Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juli 2024 | 12.24 WIB

Melamun dan Berkhayal Termasuk Gangguan Mental? Kenali Maladaptive Daydreaming: Tanda-tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

ilustrasi maladaptive daydreaming atau seseorang sedang melamun. (freepik.com)

JawaPos.com—Kamu pasti pernah menghabiskan sedikit atau bahkan banyak waktu untuk melamun. Sekedar mengingat pengalaman di masa lalu, memikirkan masa depan, atau mungkin mengkhayalkan situasi kehidupan yang lebih baik.

Melamun dan mengkhayalkan situasi kehidupan lain, terkadang menjadi pelarian karena lelah dan jenuh dengan kehidupan nyata yang kita jalani. Dari waktu ke waktu, kita seringkali tersesat dalam pikiran kita sendiri.

Melamun dalam batas wajar merupakan hal yang biasa dilakukan. Namun kita perlu berhati-hati ketika lamunan serta khayalan tersebut sudah mempengaruhi kehidupan kita di dunia nyata.

Mengenal Maladaptive Daydreaming

Mengutip dari website Health Harvardmaladaptive daydreaming atau lamunan maladaptif merupakan kondisi ketika seseorang melamun dalam waktu yang lama untuk mengatasi suatu masalah. Lamunan tersebut biasanya menimbulkan banyak emosi, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk fokus dengan hubungan dan kewajiban di dunia nyata.

Berbeda dengan lamunan biasa, lamunan maladaptif bersifat delusi dengan fantasi yang terstruktur. Lamunan yang bersifat delusi ini biasanya memiliki latar, plot cerita, hingga karakter yang kompleks.

Tidak jarang, lamunan tersebut berlangsung sangat intens sehingga bisa mengalihkan perhatian kita dari pekerjaan atau tugas sehari-hari. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat kita menarik diri dari lingkungan sekitar dan menghindari interaksi sosial.

Hal tersebut dikarenakan begitu kompleksnya skenario yang kita buat dalam lamunan kita. Skenario tersebut kemungkinan besar lebih baik dari kenyataan yang kita jalani, sehingga membuat kita kecanduan untuk terus melamun dan berkhayal.

Tanda-tanda Maladaptive Daydreaming

Tanda-tanda seseorang dengan maladaptive daydreaming sebenarnya tergantung pada lamunan itu sendiri, serta bagaimana lamunan tersebut memengaruhi seseorang. Namun, melansir dari healthline.com, orang dengan lamunan maladaptif kemungkinan mengalami satu atau beberapa hal berikut ini:

  • Melamun dalam waktu yang lama, bahkan hingga beberapa jam.
  • Berbicara dan berbisik sambil melamun.
  • Membuat ekspresi wajah dan melakukan gerakan berulang saat melamun.
  • Kesulitan untuk tidur di malam hari.
  • Keinginan yang luar biasa untuk terus melamun.
  • Merasakan tekanan yang signifikan karena melamun.

Dikutip dari health.harvard, orang yang mengalami lamunan maladaptif tidak bingung membedakan apa yang dibayangkan dengan kenyataan. Namun, gejalanya sering kali sulit dikontrol hingga menyebabkan tekanan emosional yang signifikan dan berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.

Penyebab Maladaptive Daydreaming

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore