
Ilustrasi, seseorang yang memiliki mental kuat.
JawaPos.com - Respon seseorang dalam menghadapi masalah berbeda-beda ada yang larut dalam keterpurukan ada pula yang tegar menghadapinya.
Seseorang yang tetap tegar meski ditimpa masalah dan kemalangan bertanda orang tersebut memiliki mental yang kuat.
Mental yang kuat pun membuat seseorang tetap tenang dalam menjalani hidup dan tidak merubah dirinya sama sekali meski permasalahan datang bertubi-tubi.
Lebih lanjut, berikut tujuh ciri seseorang memiliki mental kuat menurut ahli seperti dilansir JawaPos.com dari Psychology Today pada Kamis (8/9).
1. Berani Menghadapi Kenyataan
Ciri pertama yang menandakan seseorang memiliki mental kuat adalah berani menghadapi kenyataan yang ada didepannya secara langsung. Orang tersebut hanya meyakini bahwa permasalahan yang ada hanya dapat dihadapi dan dicarikan solusi.
Di dalam mencari solusi atas apa yang terjadi, orang bermental baja akan melihat situasi secara jernih kemudian mempelajari dan menelitinya. Selain itu tidak sungkan-sungkan untuk menerima masukan dari sekitar untuk solusi yang terbaik atas permasalahan yang menimpa dirinya.
2. Bertanggung Jawab atas Diri
Selain berani menghadapi kenyataan, orang bermental kuat pun berani bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Ini berarti tidak melimpahkan kesalahan kepada orang lain apalagi bertindak sebagai 'korban' atas apa yang dilakukannya.
Lebih jelasnya, orang dengan kekuatan mental yang baik sanggup menerima segala konsekuensi terhadap tindakan, pilihan, dan keputusan yang diambil meski akan membawanya ke dalam situasi yang sulit dan dipenuhi rasa sakit.
3. Self-Monitoring
Ciri selanjutnya orang yang bermental kuat ialah memiliki kemampuan self-monitoring atau memiliki kesadaran diri terhadap perilaku, perasaan, dan pikirannya. Dengan kemampuan self-monitoring membuat seseorang mampu mengatur perasaan dan responnya atas situasi yang terjadi.
4. Self-Correction
Tidak hanya self-monitoring saja, seseorang dengan mental kuat pun memiliki kemampuan mengoreksi diri atau self-correction. Pengalaman belajar dari kesalahan melahirkan kemampuan ini, sehingga membuat seseorang konsisten dalam menanggapi atau merespon suatu situasi.
5. Mampu Mengatasi Pengalaman Negatif

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
