
Suasana salah satu pusat perbelanjaan dikawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (17/5/2004).
JawaPos.com - Impulsive buying atau membeli secara impulsif merupakan sebuah fenomena yang banyak terjadi di masyarakat. Seseorang bisa tiba-tiba membeli sesuatu karena dorongan pribadi. Misalnya merasa suatu barang tersebut sangat lucu dan sangat bagus, jika dipajang di kamarnya.
Jenis barangnya bisa berupa peralatan rumah tangga, perkakas, sampai hal remeh-temeh seperti alat tulis. Hal ini tentu tidak baik, jika berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Tidak membeli sesuai kebutuhan, keuangan bisa saja menipis, akibat membeli barang sesederhana dengan alasan suka atau selera.
Bagi yang memiliki karakter impulsive buying, perlu berhati-hati agar keuangan dapat terkendali. Dilansir dari Bank Rate dan RBC Royal Bank, berikut ini 5 cara terbaik untuk mencegah kamu melakukan impulsive buying:
1. Pikirkan Kebutuhan
Sebelum melakukan sebuah transaksi, pastikan untuk memikirkan lebih lanjut. Tentukan apakah barang yang akan dibeli termasuk kebutuhan atau sekadar keinginan semata. Dalam melihat sebuah barang, pikirkan baik-baik dari spesifikasi, bahan, dan detail lain untuk pertimbangan lebih lanjut. Apakah barang tersebut bisa membawa manfaat dalam jangka waktu yang tidak sebentar dalam hidupmu.
Seringkali, berpikir baik-baik terkait kebutuhan bisa membuatmu kembali meletakkan barang tersebut ke rak. Pastikan untuk selalu memikirkan kembali apakah barang tersebut benar-benar layak dan kamu butuh memilikinya barang sebentar di depan rak supermarket atau di layar platform e-commerce.
2. Tunggu Beberapa Waktu
Bisa menunggu beberapa waktu sebelum benar-benar membeli barang. Impulsive buying biasanya dilakukan ketika ada diskon atau paket promo menarik yang membuat orang gelap mata.
Sebelum benar-benar membeli sesuatu, pastikan barang itu benar-benar dipakai dalam satu dua hari. Jumlah hari itu menentukan antara keinginan dan kebutuhan.
Dalam jangka beberapa hari tersebut, kamu juga bisa melakukan riset lebih lanjut terkait barang tersebut mulai dari ulasan, testimoni, perbandingan dengan merk lain dan apakah harga barang tersebut sesuai dengan kualitas.
3. Patuh Pada Daftar
Ada orang yang berbelanja ke pasar atau supermarket yang membekali dirinya dengan membuat daftar belanja. Daftar itu berisi barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
Selalu ingat untuk kembali ke daftar setiap hendak melakukan pembelian barang. Patuh pada daftar berarti mengurangi pengeluaran tidak penting yang hanya dilakukan untuk memuaskan nafsu belanja.
Hal ini bsia membaut seseorang terhindar dan mengurungkan niat untuk melakukan impulsive buying. Hal ini bisa membuatmu tetap berada di jalur yang benar dan tidak membuang uang untuk barang yang sebenarnya tidak kamu perlukan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
