Ilustrasi: Siput adalah salah satu hewan yang dapat berganti jenis kelamin (Riadh Dallel/Pexels)
JawaPos.com - Mungkin terdengar aneh, namun ternyata beberapa hewan memiliki kemampuan untuk mengganti jenis kelaminnya. Kemampuan ini bertujuan untuk melakukan reproduksi hingga mempertahankan kelangsungan hidup hewan tersebut.
Hewan yang mempunyai organ reproduksi jantan dan betina disebut juga sebagai hermafrodit. Tak hanya mengganti jenis kelamin, hewan hermafrodit bahkan bisa melakukan pembuahan sendiri.
Melansir dari A-Z Animals pada Rabu (11/7), setidaknya ada 10 hewan yang dapat berganti jenis kelamin. Apa saja? Yuk simak!
1. Siput
Siput merupakan hewan hermafrodit yang memiliki organ reproduksi jantan dan betina. Bila diperlukan, mereka mampu mengganti kelamin dari jantan ke betina.
Menariknya, beberapa siput dapat membuahi dirinya sendiri. Ini berarti mereka tidak selalu membutuhkan pasangan untuk bertelur. Sebagian besar siput lebih suka kawin dengan siput lain sebelum bertelur. Siput betina dapat menyimpan sperma si jantan untuk waktu yang lama.
Jadi, jika kamu mempunyai peliharaan siput dan memperhatikan mereka bertelur, biasanya itu karena mereka telah menyimpan sperma dari pasangan sebelumnya dengan siput lain, bahkan untuk beberapa bulan kemudian.
2. Katak
Keberadaan katak di seluruh dunia bisa dengan mudah ditemukan pada perairan air tawar. Hewan ini adalah salah satu contoh yang dapat mengubah jenis kelaminnya karena perubahan lingkungan.
Katak sangat bergantung pada lingkungan dan genetika mereka dalam menentukan jenis kelamin. Beberapa katak jantan dapat mengembangkan organ reproduksi betina karena perubahan hormon.
Hal ini biasanya disebabkan oleh polusi dari manusia. Limbah hormon sintetis telah mencemari lingkungan mereka dan memicu perubahan jenis kelamin pada katak jantan.
3. Ikan Bass
Bass merupakan ikan laut berukuran sedang yang hidup di lautan dan merupakan ikan asli Samudra Pasifik Utara. Perubahan jenis kelamin pada ikan bass biasanya bergantung pada jumlah populasinya.
Ikan bass betina dapat berubah menjadi jantan jika mereka menyadari adanya penurunan populasi ikan bass jantan. Hal ini menjadikan ikan bass sebagai hermafrodit protogini, yakni perubahan kelamin dari betina ke jantan.
Tidak semua ikan kerapu akan mengubah jenis kelaminnya, hal ini bergantung pada apakah perubahan jenis kelamin diperlukan untuk populasi.
4. Ikan Wrasse
Ikan wrasse adalah keluarga ikan laut yang dapat mengubah jenis kelaminnya. Seperti ikan bass laut, ikan wrasse juga termasuk dalam hermafrodit protogini yang memungkinkan perubahan jenis kelamin jika mengalami krisis populasi.
Kondisi ini pernah diuji dengan menempatkan dua ekor ikan wrasse jantan dalam satu akuarium. Kemudian, ikan wrasse jantan yang lebih kecil terbukti mengubah jenis kelaminnya menjadi betina.
Ini adalah cara yang bagus bagi ikan untuk melanjutkan kelangsungan hidup spesies mereka tanpa harus khawatir tidak akan cukupnya pasangan kawin yang tersedia.
5. Ikan Kerapu
Kerapu merupakan bagian dari keluarga ikan bass yang umumnya ditemukan di laut hangat. Jenis kerapu mulut kuning termasuk dalam hermafrodit protogini monandrik, yakni berubah dari betina menjadi jantan setelah mereka tumbuh dewasa.
Selain itu, beberapa kerapu yang terlahir menjadi jantan juga bisa bertransisi menjadi betina ketika dewasa secara seksual. Perubahan jenis kelamin dapat didasarkan pada respons terhadap usia atau ukuran mereka. Beberapa hanya akan mengubah jenis kelamin mereka ketika jumlah ikan jantan terlalu sedikit.
6. Ikan Badut
Ikan badut dikenal sebagai hermafrodit berurutan yang lahir dengan organ reproduksi jantan dan betina. Perubahan tersebut didorong oleh hormon dan terjadi di otak mereka terlebih dahulu sebelum memengaruhi organ reproduksinya.
Pada dasarnya, semua ikan badut terlahir jantan, tetapi mereka dapat berubah menjadi betina apabila diperlukan. Namun, setelah perubahan jenis kelamin terjadi, ikan badut tidak dapat berubah kembali menjadi jantan.
Proses perubahan kelamin terjadi saat testis mulai larut dan jaringan ovarium membesar. Hal ini juga berlangsung selama lebih dari sebulan untuk menjadikan ikan badut jantan menjadi betina.
7. Naga Berjanggut
Naga berjanggut bergantung pada kromosom dan suhu tempat mereka berkembang untuk mengubah jenis kelaminnya. Ketika telur naga berjanggut diinkubasi pada suhu yang lebih tinggi saat masih berkembang, mereka dapat berubah menjadi betina.
Suhu yang dibutuhkan sekitar 89 derajat Fahrenheit atau 32 derajat Celsius. Naga berjanggut akan memiliki kromosom yang tepat untuk berubah menjadi jantan atau betina.
Pengaruh lingkungan dari suhu dapat memengaruhi jenis kelamin mereka saat menetas. Akan tetapi, setelah naga berjanggut berkembang di dalam telur, ia tidak dapat mengubah jenis kelaminnya.
8. Penyu Hijau
Penyu hijau dapat mengubah jenis kelaminnya berdasarkan suhu saat masih berkembang di dalam telur. Suhu inkubasi dapat menentukan jenis kelamin hewan ini. Sarang yang lebih hangat berpotensi melahirkan anak penyu berkelamin betina.
Sayangnya, perubahan iklim dan meningkatnya suhu memengaruhi peningkatan jumlah penetasan penyu betina, terutama di Australia di wilayah utara Queensland. Setelah penyu hijau lahir sebagai jantan atau betina, mereka tidak dapat mengubah jenis kelaminnya.
9. Kupu-kupu
Siapa yang tidak tahu hewan cantik nan berwarna-warni ini? Kupu-kupu dapat mengubah jenis kelaminnya ketika memiliki kondisi yang dikenal ginandromorfisme. Meskipun sangat langka, hal ini masih sangat mungkin terjadi karena mereka adalah spesies dimorfik seksual.
Setengah dari sayap kupu-kupu adalah betina, sedangkan yang lainnya adalah jantan. Kupu-kupu dengan ginandromorfisme akan memiliki karakteristik jantan dan betina ketika sesuatu terjadi pada kromosomnya.
8. Burung Kardinal Utara
Meskipun perubahan jenis kelamin sangat jarang terjadi pada burung dibandingkan dengan hewan lain, namun hal ini mungkin saja terjadi. Burung kardinal utara adalah contoh burung yang memiliki ginandromorfisme bilateral. Ini adalah kondisi ketika burung lahir dengan bulu jantan dan betina.
Burung betina biasanya memiliki bulu berwarna abu-abu kecokelatan, sedangkan burung jantan memiliki bulu berwarna merah terang di sisi kanan. Jenis burung kardinal ini belum pernah diamati memiliki pasangan. Masih banyak penelitian yang perlu dilakukan tentang ginandromorfisme bilateral pada hewan.