Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juli 2024 | 13.23 WIB

Inilah 7 Kalimat atau Kata yang Membuat Kamu Diragukan dan Diremehkan Orang Lain, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang di remehkan oleh orang lain. (Frimages/Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang di remehkan oleh orang lain. (Frimages/Freepik)

JawaPos.Com - Tahukah kamu ternyata kata-kata memiliki sebuah kekuatan yang luar biasa. Psikologi komunikasi mengajarkan kepada kita bahwa hal yang kita ucapkan bukan hanya sebagai penyampaian pesan, namun bisa mencerminkan pikiran dan niat kira.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa kata-kata yang kita ucapkan dapat mempengaruhi persepsi atau cara pandang orang lain terhadap kita. Ucapan sederhana seperti “mungkin” dapat menimbulkan keraguan yang mendalam di hati orang lain.

Dilansir dalam Inc.com, Minggu (7/7), menyatakan bahwa, jika tidak ingin diremehkan orang lain atau tidak dipercaya maka jangan buat dirimu tidak yakin dengan diri sendiri. Kata-kata yang kamu pilih dapat memancarkan kepercayaan atau malah membuat terlihat lemah.

7 Kata yang Dilarang Diucapkan Agar Tidak Diragukan Orang Lain

  1. Mungkin atau Kayaknya

Sering kali kita menggunakan kata “mungkin” di percakapan dalam sehari-hari tanpa kita sadari dampak yang timbul. Ternyata menggunakan kata ini adalah bentuk keraguan dan ketidakyakinan kita atas apa yang kita ucapkan.

Penggunaan kata yang tidak menyakinkan yang bisa membuat orang lain meragukan kompetensi kita. Menurut sebuah artikel di Forbes, menggunakan kata-kata yang menunjukkan keraguan bisa merusak kredibilitas kita di mata orang lain.

  1. Aku tidak tahu

Pernahkah kamu mengucapkan kata ini secara berulang saat membahas sesuatu dengan orang lain?, ternyata kata ini jika sering digunakan akan menimbulkan kita untuk diremehkan.

“Gak tahu” menunjukkan kurangnya pengetahuan atau ketidakpercayaan diri. Harvard Business Review menyarankan untuk menghindari frasa ini dengan menggantinya dengan sesuatu yang lebih proaktif, seperti “Biarkan saya mencari tahu untuk Anda.”

  1. “Maaf” yang berlebihan

Tak ada salahnya dengan kata maaf namun, jika mengucapkan terlalu sering disaat kita tidak sedang bersalah itu bisa menurunkan otoritas  dna terlihat lemah. Contoh saat terlambat ganti maaf saya terlambat ganti dengan terimakasih sudah menungguku dalam waktu lama.

Penelitian dari University of Waterloo menemukan bahwa meminta maaf terlalu sering, terutama untuk hal-hal kecil, bisa membuat kita terlihat kurang percaya diri. Gunakan permintaan saat momen tertentu saja, misal ada kesalahan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore