Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 08.49 WIB

Rahasia Komunikasi Tenang: Ini 10 Ucapan Penyelamat Saat Percakapan Mulai Memanas dalam Teknik Mindfulness

Ilustrasi ucapan penyelamat saat percakapan mulai memanas (freepik/marymarkevich) - Image

Ilustrasi ucapan penyelamat saat percakapan mulai memanas (freepik/marymarkevich)

JawaPos.com - Percakapan yang sulit adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

Baik itu konflik dengan pasangan, kesalahpahaman dalam keluarga, maupun tekanan di tempat kerja—situasi seperti ini sering kali memicu emosi yang tidak terkendali.

Menurut Lachlan Brown, penulis di The Considered Man sekaligus praktisi mindfulness, ketegangan dalam percakapan sebenarnya jarang disebabkan oleh topik pembicaraan itu sendiri.

Akar masalahnya justru terletak pada rasa aman secara emosional. Ketika seseorang merasa dihakimi, diserang, atau tidak dipahami, sistem saraf akan masuk ke mode “lawan atau lari”.

Dalam kondisi ini, diskusi logis menjadi hampir mustahil. Kabar baiknya, Anda tidak perlu menjadi ahli komunikasi untuk mengatasi hal ini. Terkadang, satu kalimat sederhana bisa mengubah arah percakapan secara drastis.

Dikutip dari The Considered Man, berikut 10 frasa yang direkomendasikan Lachlan Brown untuk meredakan ketegangan dan menciptakan komunikasi yang lebih sehat.

1. “Saya mungkin salah, tetapi ini sudut pandang saya.”

Kalimat ini langsung menurunkan sikap defensif lawan bicara. Dengan mengakui kemungkinan salah, Anda tidak lagi terlihat mengancam.

Alih-alih terkesan memaksakan kebenaran, Anda justru menunjukkan keterbukaan dan kerendahan hati. Dalam mindfulness, ini mencerminkan sikap tidak melekat pada ego.

Menariknya, justru dengan pendekatan ini, orang lain cenderung lebih terbuka menerima pendapat Anda.

2. “Saya ingin memahami apa yang Anda rasakan.”

Sering kali, konflik memanas karena seseorang merasa tidak didengar. Frasa ini menggeser fokus dari perdebatan menuju empati.

Anda tidak harus setuju, tetapi Anda menunjukkan bahwa perasaan mereka penting. Ini cukup untuk menenangkan emosi yang sedang tinggi.

Dalam praktik mindfulness, pemahaman selalu menjadi langkah awal sebelum perubahan terjadi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore