
Ilustrasi malam Satu Suro. (Okenetok/freepik)
JawaPos.com–Malam Satu Suro merupakan bulan pertama pada penanggalan Jawa. Pada malam itu dianggap malam sakral sehingga banyak yang melakukan tradisi menurut kepercayaan Jawa.
Pada tahun ini, malam Satu Suro yang bertepatan dengan 1 Muharam, akan jatuh pada 7-8 Juli. Bagi kepercayaan Jawa, malam Satu Suro adalah hari yang penuh dengan aura mistis, serta dikaitkan dengan kesialan dan hal buruk. Banyak yang beranggapan ada pantangan untuk orang yang mempercayainya. Namun pantangan itu ada beberapa weton yang memiliki aura mistis seperti weton tulang wangi.
Dilansir dalam Weton Jawa Official, pada malam Satu Suro pemilik weton tulang wangi sangat disukai para makhluk halus. Sehingga, empat pantangan tersebut harus dihindari.
Weton tulang wangi itu adalah Senin pon, Senin wage, Senin pahing, Selasa legi, Rabu kliwon, Rabu pahing, Kamis wage, Sabtu wage, Sabtu legi, Minggu pon, dan Minggu kliwon.
4 Pantangan Malam Satu Suro
Berbicara hal yang negatif dianggap bisa menarik hal buruk kepada pemilik kelahiran weton tulang wangi, tidak mengucapkan hal yang tidak pantas saat memasuki malam Suro. Bagi weton tulang wangi saat berbicara hal kotor itu bisa jadi kejadian hal yang tidak diinginkan.
Meskipun kita tidak mempercayai tradisi ini, tidak ada salahnya untuk berlatih dan menghindari kata-kata yang kurang baik. Karena apa yang kita ucapkan mampu kembali ke diri kita.
Masyarakat Jawa sering mempercayai hal ini pada malam Satu Suro. Karena banyak energi buruk pada malam itu sehingga banyak musibah yang akan datang jika kita pergi jauh. Pada Bulan Suro dipercaya banyak kiriman hal mistis di langit yang mungkin saja akan menimpa kita.
Banyak daerah yang memiliki kepercayaan dilarang keluar rumah. Tetapi berbeda dengan wilayah Jawa seperti Soloraya menjadi momentum untuk melihat pertunjukan arak-arakan di Keraton. Namun bagi beberapa wilayah menghindari hari ini dan perbanyak di rumah.
Pantangan menikah pada malam Satu Suro sudah diterapkan masyarakat Jawa. Sebab, dianggap akan membawa hal negatif di kehidupan selanjutnya. Sehingga banyak pengantin yang menunda atau mengganti di hari baik lain.
Dikutip dalam buku Panduan Syahadat, oleh Taufiqurrohman, saat mengadakan acara pernikahan pada malam Satu Suro akan membawa kesialan ke pengantin hingga orang yang terlibat di acara itu.
Banyaknya hal negatif yang dipercaya pada malam Satu Suro. Sehingga, ditegaskan untuk para weton tulang wangi tidak melakukan perbaikan atau pindah rumah. Hal tersebut berguna untuk meminimalisir hal buruk atau kesialan pada rumah dan seisinya.
Kesialan itu dapat berupa rezeki yang hancur, terserang penyakit bagi pemiliknya, retaknya hubungan rumah tangga dan lainya. Maka sebaiknya membangun atau merenovasi rumah bisa dilakukan sebelum maupun sesudah malam Satu Suro.
Bagi masyarakat Jawa terutama pemilik weton tulang wangi melakukan tradisi sesuai dengan kepercayaan daerahnya. Pantangan malam Satu Suro juga dianggap berpengaruh untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari kesialan hari itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
