Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juli 2024 | 00.54 WIB

Lakukan 5 Hal Ini untuk Bikin Mantan Pacar Menyesal Meninggalkan Anda

Ilustrasi patah hati dan perlu melakukan proses move on. (Freepik)

JawaPos.com - Diputuskan orang dalam sebuah hubungan selalu tak mengenakkan, apapun dan bagaimanapun caranya. Apalagi bila dengan alasan-alasan yang tak masuk akal.

Usai diputuskan, biasanya kita menginginkan agar mantan menyesal telah melakukannya. Itu wajar. Kita pastinya ingin menunjukkan bahwa tanpa mantan, kita tetap bisa hidup dengan bahagia.
 
Berikut adalah 5 cara agar mantan menyesal telah meninggalkan kita, dikutip dari Thought Catalog, Jumat (4/7):
 
 
1. Putuskan kontak
 
Tak usah berusan lagi dengan mantan. Ini adalah sebuah keharusan, baik Anda ingin dia kembali atau Anda ingin melupakannya. Anda harus memutus semua kontak . Tidak ada panggilan, tidak ada pesan teks, tidak ada foto, tidak ada pertemuan yang tidak disengaja. Jangan pula mengintip akun media sosialnya meskipun secara teknis itu tidak dihitung sebagai kontak karena memiliki efek merusak yang sama.
 
Penelitian telah menemukan bahwa kontak terus-menerus dengan mantan dapat mengganggu pemulihan emosional. Jadi, pada dasarnya Anda membuat diri Anda terjebak di tempat yang sama, rentan, dan menyedihkan.
 
Putus cinta dapat menimbulkan banyak emosi yang membingungkan dan Anda tidak menggunakan pertimbangan terbaik selama masa ini. Anda butuh waktu dan ruang untuk menenangkan diri dari semua itu.
 
Kontrol impuls Anda menurun drastis setelah putus cinta, yang dapat menyebabkan Anda melakukan hal-hal yang merusak peluang Anda untuk mendapatkan apa yang benar-benar Anda inginkan, yaitu mendapatkan kembali mantan Anda.
 
 
2. Berikan dia apa yang dia inginkan
 
Apakah dia ingin putus? Bagus, berikan saja padanya! Kadang-kadang, dibutuhkan dosis besar memberi seseorang apa yang mereka pikir mereka inginkan untuk membuat mereka sadar bahwa mereka tidak menginginkannya.
 
Dia putus denganmu dan kamu tidak ada dalam hidupnya lagi. Sekarang dia bisa merasakan apa artinya itu sebenarnya. Dia tidak bisa merasakan sakitnya ketidakhadiranmu kecuali kamu tidak ada.
 
Dia tidak akan mengharapkan Anda untuk membiarkannya begitu saja. Dia mungkin akan mengharapkan Anda untuk mengejarnya, atau berharap untuk bisa mendapatkan Anda kembali secepat yang dia inginkan. Dia akan berpikir dia akan terus mendengar kabar dari Anda, dan dia kemungkinan besar tidak menganggap ini sebagai keputusan akhir.
 
 
3. Lanjutkan hidup
 
Setelah putus cinta, Anda tidak boleh bertanya, "Bagaimana caranya agar dia kembali?". Anda bahkan tidak boleh menanyakan judul artikel ini.
 
Pertanyaan yang seharusnya Anda tanyakan adalah: "Bagaimana saya bisa melupakan hal ini?".
Memang berlawanan dengan intuisi jika Anda menginginkannya. Itu pula sebabnya saran seperti ini jarang didengarkan bahkan ditolak mentah-mentah oleh mereka yang sedang putus cinta. 
 
Anda harus ingat bahwa Anda bisa hidup tanpanya. Anda harus kembali berhubungan dengan diri Anda sendiri. Tanamkan dalam pikiran bahwa akhir dari sebuah hubungan asmara bukanlah akhir dari hidup Anda! 
 
 
4. Jadilah kuat kembali
 
Hubungan yang sedang memburuk dapat menguras tenaga Anda. Maka, temukan kekuatan batin Anda. Temukan kekuatan pilihan Anda. Tanyakan pada diri Anda sendiri: Apakah Anda benar-benar memilihnya? Apakah Anda hanya menginginkannya karena terlanjur nyaman dengan dia? Apakah Anda lebih suka kembali ke sesuatu yang familiar dan nyaman meskipun hal itu bukan yang terbaik bagi Anda? Apakah begitu menakutkan untuk memulai sebuah hubungan baru?
 
Percayalah, jika Anda tidak menemukan kekuatan batin Anda, Anda hanya akan bergantung padanya dan akan menyerah kapan pun dia ingin bertemu dengan Anda. 
 
 
5. Jangan terima dia kembali
 
Bebaikan dengan mantan pacar dan kembali menjalin asmara memang tidak melulu hal yang negatif atau menandakan Anda adalah orang yang lemah. Namun, ada hal-hal yang memang tidak bisa berubah, termasuk hubungan dua insan yang memang tidak cocok dan berujung saling menyakiti.
 
Perubahan butuh waktu, kerja keras, refleksi, dan wawasan. Anda putus karena memang sudah rusak. Hal-hal yang rusak tidak akan bisa diperbaiki dengan sendirinya. Kedua belah pihak harus berkomitmen untuk memperbaiki apa pun yang rusak. Kedua belah pihak harus bekerja secara mandiri dan bersama-sama sebagai satu kesatuan. 
 
Sederhananya, jika ia masih terlalu keras kepala untuk berubah, tidak ada alasan untuk menerimanya kembali.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore