Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juli 2024 | 18.19 WIB

Menurut Psikologi, Ini 9 Kata yang Sering Dilontarkan Laki-Laki Toxic untuk Mengikis Harga Diri Perempuan 

Ilustrasi laki-laki toxic. (Pexels/Alena Darmel) - Image

Ilustrasi laki-laki toxic. (Pexels/Alena Darmel)

JawaPos.com - Toxic relationship atau hubungan yang beracun biasanya melibatkan salah satu pasangan yang kasar secara emosional, atau bahkan keduanya.

Pasangan toxic, biasanya menggunakan kata-katanya sebagai senjata untuk merusak harga diri dan kepercayaan diri pasangan.

Orang-orang toxic ini, seringkali menggunakan frasa manipulatif yang dapat secara halus mengikis harga diri pasangan seiring berjalannya waktu.

Kerusakan yang mereka sebabkan dapat begitu bertahap dan berbahaya sehingga kamu tidak menyadarinya di awal-awal hubungan.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Ideapod, Rabu (3/7), terkait sembilan frasa atau kata-kata yang sering digunakan laki-laki toxic untuk mengikis harga diri dan kepercayaan dirimu berdasarkan psikologi.

1. "Kamu bereaksi berlebihan"

Salah satu cara halus yang dilakukan pria toxic untuk merusak harga dirimu adalah dengan terus mengatakan bahwa 'kamu bereaksi berlebihan'. Frasa ini adalah contoh klasik gaslighting, teknik manipulatif yang digunakan untuk membuat kamu mempertanyakan perasaan dan persepsi dirimu sendiri.

Saat kamu mengemukakan masalah yang selama ini mengganggu, mereka akan mengabaikan perasaanmu tersebut sebagai reaksi yang berlebihan. Mereka bahkan mungkin mengatakan bahwa kamu terlalu emosional atau terlalu sensitif.

2. "Tidak ada orang lain yang akan tahan denganmu"

Frasa umum lain yang digunakan pria toxic untuk menghancurkan harga diri dan kepercayaan dirimu adalah, 'tidak ada orang lain yang akan tahan denganmu'.

Mereka menggunakannya untuk membuat kamu merasa beruntung bisa bersama mereka, terlepas dari perilaku mereka yang toxic.

3. "Aku melakukan ini demi kebaikanmu sendiri"

Pria toxic terkadang juga menggunakan frasa, 'aku melakukan ini demi kebaikanmu', untuk membenarkan tindakan atau keputusan mereka yang merugikan.

Pernyataan ini bisa sangat merugikan karena mengubah perilaku negatif mereka menjadi sesuatu yang tampak peduli dan bermanfaat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore