Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juli 2024 | 13.59 WIB

Orang yang Tumbuh dengan Emosi Keluarga Tidak Stabil, Biasanya Mengembangkan 6 Sifat Ini, Salah Satunya Perfeksionisme

Ilustrasi perempuan yang tumbuh dari keluarga yang emosinya tidak stabil. (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang tumbuh dari keluarga yang emosinya tidak stabil. (freepik)

JawaPos.com – Tumbuh di keluarga yang emosinya tidak stabil, dapat meninggalkan sesuatu yang membekas dan membentuk karakter seseorang.

Pengalaman-pengalaman emosional inilah, yang pada akhirnya membentuk kepribadian dan sifat-sifat dasar dari perilaku seseorang.

Dampaknya tidak selalu negatif, namun terkadang tumbuh dari keluarga yang emosinya tidak stabil bisa mendorong ketahanan dan empati.

Selain itu, penting untuk mengenali dan memahami sifat-sifat ini terutama jika sifat tersebut bisa menghambat kita.

Dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (2/7), berikut beberapa sifat yang dikembangkan oleh individu yang tumbuh dari keluarga dengan emosinya tidak stabil diantaranya:

  1. Kesadaran diri yang berlebihan

Tumbuh di keluarga yang kacau dan emosi tidak stabil sering kali membuat orang sangat peka terhadap suasana hati dan emosi orang lain.

Mereka belajar untuk terus-menerus mengukur suasana emosional di rumah untuk mencegah konflik dan meredakan situasi tegang. 

Hasilnya, mereka menjadi terampil membaca orang lain. Bahkan mereka bisa memperhatikan isyarat kecil orang lain seperti perubahan nada suara dan bahasa tubuh.

Meskipun kepekaan ini dapat bermanfaat terutama dalam karir namun hal ini juga dapat menyebabkan meningkatnya kecemasan dan terlalu banyak berpikir dalam interaksi sosial.

  1. Kesulitan membangun kepercayaan

Kepercayaan bisa menjadi masalah yang berat bagi kita yang dibesarkan di lingkungan yang emosinya tidak stabil. Bila Anda terbiasa dengan ketidakstabilan emosi maka Anda bisa mengembangkan naluri protektif artinya selalu mengantisipasi yang terburuk.

Sikap selalu mengantisipasi inilah yang membuat Anda sulit membangun kepercayaan terhadap orang lain. Anda takut tersakiti atau merasa kecewa ketika sudah terlanjur memberikan kepercayaan tersebut.

  1. Perfeksionisme

Tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil secara emosional bisa menumbuhkan perfeksionisme. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini cenderung mengejar kesempurnaan sebagai sarana untuk menghindari konflik atau mendapatkan persetujuan.

Dorongan untuk mencapai kesempurnaan ini tidak akan hilang begitu saja di masa dewasa. Dorongan ini dapat memengaruhi hubungan, karir dan kesehatan mental.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore