Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juni 2024 | 05.35 WIB

Jangan Biasakan Mewarnai Rambut Bisa Terkena Efek Samping, Salah Satunya Kanker

 

Ilustrasi masalah rambut. (Freepik)

JawaPos.com–Mewarnai rambut tidak sepenuhnya baik. Saat menggunakan pewarna rambut yang mengandung bahan kimia keras bisa menimbulkan efek samping.

Salah satunya adalah dapat melemahkan akar rambut hingga bisa membuat kulit kepala mengalami iritasi parah. Pewarna rambut bila tidak diiringi dengan perawatan signifikan juga bisa membuat rambut cepat rusak, terutama bila rambut terlalu sering disemir.

Berikut beberapa efek samping penggunaan pewarna rambut dikutip dari laman headandshoulders.co.in.

  1. Reaksi Alergi

Reaksi alergi adalah efek samping yang paling umum dialami mereka yang menggunakan pewarna rambut. Kulit kepala bisa gatal, berjerawat, dan bengkak. Kondisi ini bagi sebagian orang bisa menjadi salah satu penyakit serius yang mungkin akan sulit diobati.

  1. Hilangnya Kelembapan

Pewarna rambut cenderung mengeringkan helaian rambut. Ketika lapisan kutikula terbuka, kelembapan di dalam helai rambut bisa keluar. Ini dapat mengubah tekstur rambut, menjadikannya kering dan rapuh. Akibatnya rambut akan sangat mudah patah bahkan mungkin rontok.

  1. Kerusakan Rambut

Penggunaan pewarna rambut terlalu berlebihan dan penggunaan produk yang buruk dapat merusak helai rambut secara permanen. Hal ini dapat merusak lapisan kutikula dan batang rambut di dalamnya. Hal ini biasanya disebabkan tingginya kadar amonia. yang diserap rambut.

  1. Dermatitis Kontak 

PPD dan timbal asetat dapat menyebabkan jerawat dan gatal pada kulit kepala. Adapun dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang ditandai dengan ruam kulit yang gatal kemerahan, yang timbul akibat iritasi setelah kontak langsung dengan zat kimia, salah satunya zat kimia pada pewarna rambut.

  1. Masalah Pernapasan

Menghirup bahan kimia ini dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti asma, terutama akibat hidrogen peroksida. Jika menggunakan pewarna rambut yang mengandung kimia berpotensi akan terhirup setiap hari dan sangat berbahaya bagi pernapasan sehingga berpotensi menjadikan sesak napas.

  1. Risiko Kehamilan

Efek samping berikutnya adalah jika digunakan perempuan hamil. Meskipun tidak ada hubungan pasti antara keduanya, namun disarankan untuk menghindari pewarnaan rambut saat sedang hamil. Tentunya hal ini bisa membahayakan kondisi kandungan walaupun tidak secara langsung.

  1. Ketombe

Ketombe memang masalah utama pada rambut walaupun tidak diwarnai. Sebenarnya pewarna rambut tidak bisa menjadi penyebab ketombe, namun dapat mengikis lapisan lipid alami dari kulit kepala dan membiarkan jamur penyebab ketombe menempel. Sehingga ketombe akan mudah muncul pada rambut.

  1. Risiko Kanker

Pewarna rambut tertentu dulu mengandung bahan kimia berat yang dikenal sebagai karsinogen. Meskipun sebagian besar telah dihapus, penting untuk memeriksa produk yang gunakan untuk mengetahui risiko yang diketahui. Hal ini guna berjaga-jaga agar bisa terhindar dari efek samping yang merugikan.

  1. Rambut Rontok

Efek samping pewarna rambut seperti hilangnya kelembapan dan peningkatan peradangan kulit kepala, dapat melemahkan akar rambut di kulit kepala. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kerontokan rambut jika tidak ditangani pada waktu yang tepat. Apabila terus dibiarkan maka kerontokan rambut akan menjadi semakin parah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore