
Ilustrasi orang yang oversharing./Unsplash.com/LinkedInSalesSolutions)
JawaPos.com - Oversharing merupakan perilaku seseorang yang berbicara terlalu banyak atau terlalu detail tentang dirinya dan kehidupan pribadinya kepada orang lain.
Orang yang oversharing biasanya ditandai dengan berbicara dengan orang tak dikenal, memposting foto atau cerita yang sangat pribadi ke media sosial, bicara terlalu banyak tentang seksual dan masalah keluarga.
Dilansir dari laman Tazkia, oversharing bisa menjadi masalah karena dapat orang lain tidak nyaman atau tidak aman dalam berbicara dengan orang bersangkutan.
Selain itu, oversharing juga bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mental. Terlalu banyak membagikan informasi pribadi di media sosial, bisa membuat seseorang merasa terpapar banyak opini dan perbandingan sosial.
Sehingga dapat memicu perasaan tidak berharga atau tidak memadai. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk lebih cermat memilih waktu, tempat, dan orang yang dipilih untuk bercerita.
Dikutip dari laman Psychologs, oversharing juga berkaitan dengan masalah yang terjadi oleh penderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
ADHD adalah gangguan kesehatan mental yang disebabkan perkembangan saraf. Kondisi ini mencakup masalah, seperti hiperaktif, kesulitan memperhatikan, dan perilaku impulsif.
Dilansir dari laman Ciputra Medical Center, orang dewasa yang mengalami ADHD seringkali hiperaktif atau oversharing, berperilaku impulsif, cemas, dan sulit fokus.
Namun penderita ADHD seringkali melakukannya dengan tidak sengaja, terkadang mereka mungkin tak menyadari bahwa telah salah berbicara, dan memberikan informasi yang berlebihan.
Orang yang oversharing bisa saja sebagai strategi mengatasi emosi atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Sehingga mereka butuh dukungan sosial dari orang lain.
Serupa dengan hal itu, mereka juga mungkin sedang berjuang dengan penyakit mental seperti depresi atau kecemasan. Oleh karenanya, dengan cara curhat bisa sedikit mengobati luka mereka.
Tapi perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang yang mendengar cerita kita dapat meresponnya dengan baik, bahkan ada juga yang menjelek-jelekkan di belakang.
Maka bagi orang yang oversharing disarankan untuk berpikir lebih dulu dalam berbicara atau posting sesuatu di media sosial, apalagi jejak digital itu tak bisa dihapus dan bisa berdampak negatif di masa depan.
Jika butuh curhat untuk meluapkan perasaan, lebih baik mencari orang profesional seperti psikolog, psikiater, atau konselor. Hal ini bisa efektif dalam mengendalikan oversharing.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
