Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2024 | 23.13 WIB

Kekuatan Rahasia Pengembaraan Pikiran

 

Ilustrasi seseorang memiliki pikiran yang tajam/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Hampir semua orang mengalami pengembaraan pikiran. Ketika sedang mengerjakan tugas yang sangat membosankan di tempat kerja atau di rumah. pernahkah Anda berhenti memikirkan apa yang sedang Anda kerjakan, dan mulai mengenang liburan terakhir Anda atau peristiwa lain yang membuat Anda bahagia? Atau apakah Anda terkadang melamun tentang bertemu Taylor Swift atau siapa pun bintang pop favorit Anda alih-alih fokus pada pekerjaan?

Contoh-contoh pengembaraan pikiran seperti itu cukup umum terjadi. Hampir semua orang pada suatu saat mengalami bahwa pikiran mereka melayang dari tugas yang sedang dikerjakan dan lingkungan sekitar ke hal lain yang tidak dipicu oleh apa pun yang terjadi dalam situasi tersebut.

Bagaimana pikiran mengembara mempengaruhi perasaan kita?

Salah satu pertanyaan yang menarik adalah bagaimana pikiran mengembara mempengaruhi perasaan kita.

Di satu sisi, dapat dikatakan bahwa pengembaraan pikiran dapat membuat kita merasa tidak enak. Memikirkan pantai berpasir di Hawaii daripada email pekerjaan yang penting tentu tidak positif untuk kinerja kerja. Dengan demikian, seseorang dapat memiliki perasaan yang tidak enak tentang pikiran yang mengembara di tempat kerja, karena hal ini dapat menyiratkan kurangnya kontrol diri. 

Di sisi lain, dapat dikatakan bahwa mengembara di pikiran dapat membuat kita merasa lebih baik dalam beberapa situasi. Misalnya, ketika Paman Greg menceritakan kisah menjengkelkan yang sama untuk kedua belas kalinya di reuni keluarga, mengembara dan memikirkan resep brownies terbaik mungkin bukan hal yang terburuk.

Dalam hal ini, pengembaraan pikiran dapat membantu mengatur emosi negatif dan menciptakan emosi positif dalam situasi yang tidak menyenangkan dan dengan demikian mencegah konflik yang lebih besar pada saat reuni yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

Sebuah studi baru tentang bagaimana pengembaraan pikiran memengaruhi kesejahteraan emosional 

Untuk memperjelas bagaimana pengembaraan pikiran memengaruhi kesejahteraan emosional, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Julia WY Kam dari University of Calgary kini menerbitkan sebuah meta-analisis baru dalam jurnal ilmiah bergengsi Psychological Bulletin (Kam dan rekan-rekannya, 2024).

Meta-analisis adalah integrasi statistik dari penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Meta-analisis memiliki keuntungan karena data dari lebih banyak sukarelawan dibandingkan dengan penelitian biasa dapat dianalisis. Hal ini membuat hasil dari meta-analisis menjadi lebih kuat dan dapat dipercaya. 

Dalam penelitian tersebut, Kam dan rekan-rekannya (2024) mengintegrasikan data dari lebih dari 23.000 sukarelawan dengan menggunakan metode statistik tingkat lanjut. Yang penting, mereka mempertimbangkan beberapa faktor yang dapat memengaruhi hubungan antara pengembaraan pikiran dan kesejahteraan emosional.

Pengembaraan pikiran dan emosi: Pikiran positif membuat kita merasa lebih baik

Secara keseluruhan, hasil meta-analisis menunjukkan hubungan negatif antara pikiran yang mengembara dan kesejahteraan emosional. Jadi, secara rata-rata, mengembara dalam pikiran membuat kita merasa lebih buruk.

Namun, ada dua faktor yang mempengaruhi hubungan ini.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore