Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Mei 2024 | 19.51 WIB

6 Ciri Orang yang Kurang Kasih Sayang saat Kecil, Salah Satunya Terobsesi untuk Terus Berprestasi

Orang yang kurang kasih sayang saat kecil.

JawaPos.com - Kasih sayang saat masa kanak-kanak sangat penting karena membentuk dasar perkembangan emosional dan psikologis anak. Anak-anak yang tumbuh dengan kasih sayang yang cukup cenderung merasa lebih aman, percaya diri, dan mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Kasih sayang juga membantu mengurangi risiko masalah mental seperti kecemasan dan depresi di kemudian hari. Selain itu, anak yang mendapat kasih sayang cenderung memiliki kemampuan empati yang lebih baik dan lebih mudah mengatasi stres.

Berbeda halnya dengan anak yang kekurangan kasih sayang ketika kecil. Mereka biasanya akan menampilkan ciri-ciri khusus yang dapat dilihat saat dewasa.

Dilansir dari laman Geediting pada Senin (20/5), berikut ini beberapa ciri orang dewasa yang kekurangan kasih sayang saat kecil.

1. Kesulitan memercayai orang lain

Kepercayaan adalah sesuatu yang dibangun sejak usia dini. Kita belajar memercayai orang tua dan pengasuh untuk memenuhi kebutuhan.

Namun, jika kepercayaan itu tidak dipupuk, hal itu dapat menimbulkan masalah yang berkepanjangan. Ini memunculkan rasa tidak percaya terhadap orang-orang di sekitar.

Orang-orang yang kurang kasih sayang biasanya merasa sulit untuk menjalin hubungan yang dekat. Bahkan sebagai orang dewasa, mereka masih sering mempertanyakan niat orang lain.

Memercayai orang lain bisa terasa sangat sulit. Namun, hal ini patut diperjuangkan, karena kepercayaan merupakan dasar dari setiap hubungan yang bermakna.

2. Terlalu mandiri

Ketika tidak cukup mendapatkan cinta, dukungan, dan validasi sebagai seorang anak saat masih kecil seseorang dapat belajar untuk sangat bergantung pada diri mereka sendiri. Mereka mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak dapat bergantung pada orang lain untuk mendapatkan dukungan emosional.

Hal ini dapat menghasilkan kemandirian terlalu berlebihan. Ini bukan berarti menjadi orang dewasa yang kuat dan mandiri.

Namun, mereka memiliki keyakinan yang mendalam bahwa mereka harus melakukan semuanya sendiri, karena tidak ada orang lain yang akan melakukannya untuk mereka.

3. Terobsesi untuk memiliki banyak pencapaian

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore