
Ilusrasi Menggunakan Media Sosial (Adobe Stock)
JawaPos.com- Usia remaja memang masa-masa yang rentan terhadap tekanan emosional. Meski mereka sudah mengerti tentang media sosial, namun secara emosional terhadap kemungkinan terburuk dari media sosial belum tahu sepenuhnya.
Fenomena media sosial dan remaja didukung dengan adanya artikel dari Child Mind Institute. Mereka memberikan contoh seorang gadis remaja sekolah menengah pertama, Shasa (16), yang sedang menelusuri feed instagramnya secara perlahan. Dia menunjukkan gadis cantik, kucing luci, hingga orang-orang yang sedang jalan-jalan ke pantai. Semuanya terlihat menjalani hari terbaik sepanjang waktu.
Menurut Child Mind Institut yang dikutip oleh JawaPos.com, Jumat (10/5), bahwa media sosial sama halnya dengan sebuah majalah dan periklanan yang menjunjung standar kesuksesan dan kecantikan yang tidak realistis. Namun standar tersebut diidealkan oleh banyak orang.
Sehingga dengan kondisi sosial yang demikian, remaja dapat mengatur kehidupan mereka. Feed yang dihasilkan terlihat seperti highlight reel, hanya menampilkan momen-momen terbaik dan paling patut ditiru sambil menyembunyikan upaya, perjuangan, dan aspek-aspek biasa dari kehidupan sehari-hari. Dan ada bukti bahwa gambar-gambar tersebut menyebabkan penderitaan bagi banyak remaja.
Bagi remaja yang mengalami kecemasan atau depresi, postingan media sosial yang diedit dengan cermat. Menutupi masalah serius di balik kepura-puraan kesempurnaan dan mempersulit orang tua atau teman untuk melihat bahwa mereka membutuhkan bantuan.
“Penting untuk diingat bahwa hanya memposting gambar yang sudah diedit secara online atau berpura-pura bahwa hidup Anda sedikit lebih glamor dari yang sebenarnya, tidak dengan sendirinya menjadi masalah,” kata Jill Emanuele, PhD, Direktur Senior Mood Disorders Center di Child Mind Institute.
“Media sosial saja tidak mungkin menjadi penyebab utama permasalahan ini, namun media sosial dapat membuat situasi yang sulit menjadi semakin sulit,” tambahnya.
Remaja yang telah menciptakan persona online yang ideal mungkin merasa frustrasi dan tertekan karena kesenjangan antara siapa mereka yang berpura-pura dan siapa mereka sebenarnya.
Masalah lain yang lebih umum, kata Dr. Emanuele, adalah bahwa bagi sebagian remaja, media sosial mereka dapat menjadi bahan bakar bagi perasaan negatif yang mereka miliki terhadap diri mereka sendiri. Anak-anak yang berjuang dengan keraguan diri membaca gambar teman-temannya tentang apa yang mereka rasa kurang.
“Anak-anak memandang media sosial melalui kacamata kehidupan mereka sendiri,” kata Dr. Emanuele.
“Jika mereka kesulitan untuk tetap menjadi yang terdepan atau merasa rendah diri, mereka cenderung menafsirkan gambaran teman-temannya sedang bersenang-senang sebagai konfirmasi bahwa kinerja mereka buruk dibandingkan dengan teman-temannya,” lanjutnya.
Sasha dan temannya Jacob,15, setuju bahwa terus-menerus terpapar media sosial berdampak pada cara mereka memandang teman sebaya dan diri mereka sendiri.
“Sepertinya kamu tahu itu tidak membuatmu bahagia, mengacu pada foto-foto yang diposting temannya di Instagram. Tapi kamu masih melihat," kata Jacob

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
