Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 15.39 WIB

Pertempuran Psikologis JOMO vs FOMO, Ketahui Cara Berhenti Khawatir Ketinggalan Tren dan Menikmati Hidup yang Nyata

Ilustrasi FOMO dan JOMO. - Image

Ilustrasi FOMO dan JOMO.

JawaPos.com - Apakah Anda siap untuk menjelajahi pertempuran psikologis JOMO VS FOMO? Mari selami dua sisi konektivitas sosial dan pentingnya kesendirian. Pernah "melompat" ke ponsel Anda dan langsung merasa iri? Anda menelusuri media sosial Anda dan melihat teman-teman Anda bersenang-senang sementara Anda duduk di rumah tanpa melakukan apa pun.

Hal itu yang para psikolog sebut sebagai FOMO (the Fear of Missing Out), suatu kondisi yang banyak orang kenal di zaman smartphone saat ini. Tapi mungkinkah ada alternatif yang lebih sehat? Sambutlah JOMO (the Joy Of Missing Out).

Apa itu JOMO vs FOMO?

Melansir dari The Minds Journal, "The Fear of Missing Out" atau FOMO adalah istilah yang menggambarkan bagaimana orang dapat merasa cemas saat kehilangan peristiwa menarik yang terjadi di tempat lain, seperti sosial media.

Dalam keadaan ini, orang yang mengalami FOMO mungkin merasa tertekan untuk terus-menerus memeriksa media sosial atau menghadiri acara, takut mereka akan kelewatan sesuatu yang penting. menyenangkan, atau yang sedang tren.

JOMO mewakili kepuasan yang dirasakan seseorang ketika memilih untuk memutuskan hubungan dari kegiatan atau acara sosial dan lebih fokus pada kesejahteraan pribadi. Terkadang memilih keluar dari hal-hal tertentu dapat bermanfaat bagi Anda. Ini akan memberi Anda lebih banyak waktu pribadi, perawatan diri dan relaksasi yang membawa kebahagiaan sejati.

Kekurangan FOMO

1. Kecemasan dan Stres

Terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

2. Komitmen berlebihan

Mengatakan “ya” terlalu sering bisa membuat Anda merasa terlalu terbebani tanpa sadat dan menyebabkan Anda kehilangan jati diri dan batasan dalam hidup.

3. Kelumpuhan Keputusan

Jika FOMO menjadi cukup buruk, itu bisa mulai memengaruhi kemampuan pengambilan keputusan Anda. Anda mungkin menemukan diri Anda tidak dapat memilih di antara opsi karena takut bahwa satu pilihan akan menyebabkan Anda kehilangan sesuatu yang lebih baik.

4. Mengurangi Kenikmatan

Tidak bahagia pada saat ini karena Anda khawatir tentang apa lagi yang sedang tren adalah kerugian besar. Alih-alih menikmati saat ini, korban FOMO selalu memikirkan apa yang mungkin mereka lewatkan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore