
Ilustrsi berlari/Magnific
JawaPos.com-Fenomena lari Marathon dan tren joki STRAVA kini menjadi hal yang lumrah di media sosial.
Berlari kini tidak hanya sekedar olahraga biasa, tetapi juga telah menjadi bagian dari lifestyle modern.
Terutama Gen Z yang kerap diketahui membagikan momen sedang mengikuti event lari marathon. Bahkan sebagian Gen Z rela terbang ke luar kota demi mengikuti event lari marathon.
Di balik tren viral ini, tren lari marathon juga membawa dampak positif. Selain meningkatkan kesadaran pada kesehatan, lari juga dapat membantu mental health, memperluas relasi, sampai mendorong seseorang untuk lebih aktif daripada menatap gadget.
Meski demikian, banyak muncul pertanyaan maraknya tren lari di kalangan Gen Z ini. Apa yang sebenarnya memotivasi begitu banyak Gen Z yang mengikuti tren lari ini.
Lantas apakah fenomena lari ini membawa dampak positif? atau justru menekan Gen Z untuk selalu mengikuti tren?.
Berikut beberapa alasan mengapa Gen Z hobi lari dan bagaimana sebaiknya menyikapi fenomena ini, yang sudah kami rangkum dari laman keslan.kemkes.go.id dan mpoin.co pada Rabu (3/6).
FOMO
Lari marathon kerap menjadi konten di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Strava. Mulai dari konten persiapan sebelum lari, pengalaman mengikuti lari marathon, jenis sepatu lari, sampai inspirasi outfit berlari. Konten lari marathon yang dibagikan influencer secara konsisten seperti ini kemudian membuat banyak orang menginginkan untuk ikut merasakan pengalaman yang sama.
Olahraga yang murah
Dibandingkan dengan olahraga lain, lari marathon cenderung menghabiskan biaya yang murah. Peralatannya juga tidak mahal, hanya cukup sepatu dan pakaian olahraga. Kemudahan pelaksanaan olahraga yang satu inilah yang menjadi alasan lari marathon lebih mudah diikuti oleh banyak orang.
Keinginan menguji diri
Banyak orang berlari marathon untuk menguji ketahanan diri. Berawal dari jarak 10.000 km, lalu bertahap menjadi 21.000 km, sampai akhirnya berhasil menyelesaikan full marathon di 42.195 km. Saat anda berhasil menyelesaikan full marathon dapat memberikan rasa puas dan bangga. Terutama jika berhasil mendapatkan medali, membuktikan bahwa kelelahan tubuh akhirnya bisa terbayarkan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
