Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 03.15 WIB

Panic Attack Membuat Tidak Nyaman? Berikut Gejala dan Tips Mengendalikannya

Tips mengendalikan panic attack ketika sedang kambuh (freepik) - Image

Tips mengendalikan panic attack ketika sedang kambuh (freepik)

JawaPos.com – Panic attack atau serangan panik merupakan sebuah kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan dan kecemasan secara tiba-tiba dan terjadi kapan saja, baik karena adanya faktor pemicu maupun tanpa adanya faktor pemicu.

Selama serangan panik, Anda akan merasakan gejala mental dan fisik yang intens. Hal tersebut dapat terjadi dengan sangat cepat dan ditandai oleh ketidakterdugaan yang dapat melemahkan dan melumpuhkan kondisi seseorang.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, serangan panik merupakan kondisi yang dapat terjadi secara mendadak. Di mana serangan panik dapat muncul tanpa pemicu yang jelas, bahkan bisa saja terjadi dalam situasi tertentu yang merupakan pemicu peningkatan stress seperti berbicara di depan umum, naik pesawat, mendengar suara keras, dan sebagainya.

Gejala dari serangan panik diantaranya detak jantung yang berdebar kencang, merasa lemah , berkeringat, mual, nyeri dada, sesak napas, tremor, panas dingin, sensasi tercekik, perasaan takut akan kematian, derealisasi dan/atau depersonalisasi, dan kehilangan kendali.

Serangan panik bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan mengganggu, tetapi dengan pemahaman yang tepat dan strategi yang sesuai, Anda dapat belajar untuk mengendalikanya. Berikut merupakan beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatasi serangan panik:

  1. Kenali gejala serangan panik

Langkah pertama dalam mengatasi serangan panik adalah mengenali gejalanya. Gejala serangan panik dapat mencakup detak jantung yang cepat, sesak nafas, gemetar, keringat berlebihan. Pusing, dan perasaan kehilangan kendali atau ketakutan yang berlebihan.

  1. Berhenti sejenak dan amati pemicunya

Anda perlu mengamati apa yang menjadi pemicu timbulnya rasa kecemasan dan ketakutan tersebut. Cobalah untuk menghindari stimulan-stimulan ini atau meminimalisir paparan Anda terhadap stimulan tersebut.

  1. Praktikkan teknik relaksasi

Teknik relaksasi seperti pernapasan, meditasi, atau yoga dapat membantu menenangkan sistem saraf Anda dan mengurangi gejala serangan panik. Cobalah berbagai teknik untuk menemukan yang paling cocok untuk Anda.

  1. Melatih pernapasan yang tenang

Pernapasan dangkal dan cepat dapat memperburuk gejala serangan panik. Cobalah untuk fokus pada pernapasan dalam-dalam dan perlahan. Hirup udara melalui hidung selama empat hitungan, tahan nafas selama empat hitungan, dan hembuskan udara melalui mulut selama delapan hitungan.

  1. Berikan dukungan pada diri sendiri

Berbicaralah pada diri sendiri dengan penuh pengertian dan dukungan. Katakan pada diri sendiri bahwa serangan panik itu sementara dan bahwa Anda akan melaluinya. Ingatkan diri Anda bahwa Anda telah mengatasi serangan panik sebelumnya dan bahwa Anda kuat.

  1. Alihkan perhatian Anda

Alihkan perhatian Anda dari serangan panik dengan teknik 5-4-3-2-1, yaitu amati 5 objek, dengarkan dan amati 4 suara yang berbeda, sentuh 3 objek sambil amatin tekstur, suhu, serta fungsinya, identifikasi dan amati 2 bau yang berbeda, serta sebutkan 1 hal yang bisa Anda cicipi dan amati rasanya.

  1. Cari bantuan profesional

Jika serangan panik terjadi secara teratur atau mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental seperti psikiatri atau psikolog klinis. Psikoterapi, terapi perilaku kognitif, atau obat-obatan tertentu mungkin diperlukan untuk membantu Anda mengelola serangan panik dengan lebih efektif.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore