
ilustrasi label nutrisi pada produk (sumber: freepik)
JawaPos.com - Banyak dari kita sering tidak memperhatikan detail bahan dan kandungan saat berbelanja di supermarket.
Meskipun terkesan menjemukan, penting untuk mengubah kebiasaan ini agar tidak tertipu dan menjaga kesehatan karena informasi yang tidak akurat.
Hal paling tidak yang membuat kita khawatir setelah hari yang melelahkan di supermarket adalah mencoba memahami rincian daftar bahan-bahannya.
Menurut penelitian, hanya 15% konsumen yang benar-benar memperhatikan informasi nutrisi pada produk yang mereka beli.
Hal ini memungkinkan perusahaan tertentu mengelabui kita agar membeli produk mereka menggunakan teknik pemasaran yang menipu.
Dengan melansir dari smartmindsets.com, berikut ini 8 contoh strategi di mana toko atau perusahaan produksi berusaha menyembunyikan kebenaran tentang bahan makanan dari kita pada label produk kemasan.
1. Makanan bayi mengandung lebih banyak gula dari yang diharapkan
Produk makanan bayi yang mengandung buah bisa mengandung banyak gula meskipun dipasarkan sebagai sehat. Label "rasa sayuran" bisa menyesatkan konsumen tentang jumlah gula yang terkandung di dalamnya.
Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, pada bulan Januari 2023, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengeluarkan suatu data penelitian sampai tanggal 31 Januari 2023 bahwa prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023.
Jumlah tersebut dibandingkan dengan jumlah diabetes anak tahun 2010 atau 0,028 per 100.000 anak dan 0,004 per 100.000 jiwa pada 2000.
2. Label bebas nitrat belum tentu aman
Mungkin di beberapa supermarket yang menyajikan daging siap masak melabeli produknya dengan bebas nitrat. Meskipun nitrat berbahaya dan tidak boleh ada di produk daging, ini tidak menjamin bahwa daging benar-benar aman.
Makanan Anda harus tanpa nitrat serta sulfat, fosfat, BHT, BHA, dan bahan kimia lainnya. Untuk mengidentifikasi barang-barang yang aman, hati-hati membaca label, dan mencoba tinggalkan memilih daging olahan siap masak.
3. Makanan "bebas lemak" tidak menyiratkan tidak ada lemak sama sekali
Makanan tanpa bahan tertentu tidak selalu bebas dari bahan tersebut. Peraturan mengizinkan label bebas lemak meski mengandung sedikit lemak. Jika makanan mengandung 0,5 gram lemak per porsi, pembuatnya dapat mencantumkannya sebagai bebas lemak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
