Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2024 | 19.51 WIB

5 Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton INFP, Tipe Kepribadian MBTI yang Peka dan Penuh Empati

Ilustrasi dua orang perempuan yang sedang menonton film. - Image

Ilustrasi dua orang perempuan yang sedang menonton film.

JawaPos.com - Seorang INFP biasanya peka terhadap perasaan orang lain. Itu sebabnya mereka adalah pendengar yang baik dan teman yang tinggi rasa kepeduliannya. INFP cenderung merasa nyaman saat berada dalam kelompok kecil atau bersama dengan orang-orang yang mereka kenal baik. Namun, mereka tetap mudah beradaptasi dan menyukai spontanitas.

Selain itu, INFP juga senang mengekspresikan dirinya melalui karya seni. Mereka seringkali memiliki perspektif yang unik tentang dunia seperti kebanyakan pembuat film animasi dan fantasi.

Dilansir dari laman IMDb.com, berikut adalah daftar judul film yang mungkin disukai INFP lengkap dengan sinopsisnya:

Howl's Moving Castle (2004)

Sophie, seorang gadis pembuat topi berusia 18 tahun, ingin menjemput adiknya yang bernama Lettie. Di perjalanan, dia diganggu oleh dua prajurit. Tiba-tiba penyihir Howl muncul dari kastilnya untuk menyelamatkannya. Lettie kemudian memperingatkan Sophie tentang rumor Howl yang memakan jantung wanita cantik. Namun, Sophie tidak peduli karena ia merasa dirinya tidak cantik.

Saat menutup toko, Sophie dikutuk menjadi nenek tua oleh seorang wanita misterius. Terikat sumpah untuk tidak memberitahu siapapun, Sophie melarikan diri dari rumah dan bertemu dengan orang-orangan sawah bernama "Kepala Lobak". Orang-orangan sawah itu membawanya ke kastil Howl dan Sophie pun menawarkan dirinya sebagai pelayan di kastil tersebut.

Selama tinggal di kastil, Sophie belajar mengenai rumor tentang Howl dan berusaha mengembalikan dirinya menjadi muda.

Dead Poets Society (1989)

Dead Poets Society bercerita tentang John Keating, seorang guru Bahasa Inggris yang menginspirasi murid-muridnya di Welton Academy melalui puisi.

Todd Anderson dan Neil Perry, dua murid baru di Welton, bertemu dengan Keating yang mengajar dengan metode tidak biasa, seperti meminta murid berdiri di atas meja dan merobek buku puisi. Hal itu dilakukan Keating karena ingin muridnya memahami keindahan sastra dan makna hidup.

Neil mengajak Todd dan beberapa murid lain untuk bergabung dengan Dead Poets Society, sebuah kelompok rahasia yang didirikan oleh para alumni Welton untuk membaca puisi bersama. Di Dead Poets Society, para murid menemukan persahabatan, cinta, dan keberanian untuk menghadapi masalah keluarga dan percintaan.

Keberadaan Dead Poets Society terancam saat seorang murid menulis artikel tentang mereka di majalah sekolah. Film ini menunjukkan bagaimana Keating dan Dead Poets Society menginspirasi murid-muridnya untuk berani mengekspresikan diri dan menjalani hidup dengan penuh makna.

Wall-E (2008)

Di masa depan yang distopia, Bumi telah ditinggalkan manusia karena kondisinya yang kritis. Wall-E, sebuah robot pembersih, bekerja sendirian di planet Bumi ditemani kecoa sahabatnya. Sesuai dengan tugasnya, setiap hari Wall-E mengumpulkan sampah, membersihkan sisa kekacauan, dan menyimpan benda-benda menarik.

Suatu hari, robot pengintai Eve datang mencari tanda-tanda kehidupan di bumi. Wall-E jatuh cinta pada pandangan pertama dan berusaha mendekati Eve. Meski diabaikan, Wall-E menyelamatkan Eve dari badai debu dan menunjukkan tanaman hidup yang ia temukan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore