Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 April 2024 | 18.55 WIB

Waspadai Kecanduan Media Sosial, Pakar Psikologi Unair Surabaya Beri Penjelasan Dampak dan Cara Mengatasinya

Dampak dan cara mengatasi kecanduan media sosial menurut pakar Unair./Pexels/mikoto.raw Photographer - Image

Dampak dan cara mengatasi kecanduan media sosial menurut pakar Unair./Pexels/mikoto.raw Photographer

JawaPos.com - Kecanduan media sosial adalah fenomena kontemporer yang semakin menjadi perhatian serius bagi pakar psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dengan semakin meluasnya penggunaan platform media sosial, Atika Dian Ariana pakar Psikologi Unair Surabaya memperingatkan tentang dampak negatif yang dapat terjadi pada penggunanya.

Dampak kecanduan media sosial

Dikutip dari unair.ac.id pada Minggu (7/4), ia menjelaskan mengenai dampak dari ketagihan menjelajah media sosial yang dialami masyarakat hari ini.

Atika menjelaskan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua dampak dari pemakaian jejaring online secara berlebihan, yakni kesehatan fisik dan mental.

Secara fisik gejala-gejala yang patut diwaspadai karena lamanya di depan gawai adalah mengenai posisi duduk yang tidak sehat, berkurangnya aktivitas gerak fisik yang berpotensi pada masalah fisik seperti gangguan tidur dan mata lelah.

Sedangkan secara kesehatan mental, terlalu lama berselancar di media sosial dapat menyebabkan depresi dan kecemasan bagi penggunanya.

Bahkan tidak hanya itu, mereka yang berlebihan dalam bermedia sosial akan berpotensi mengalami OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol perilaku berulang untuk berselancar di medsos.

Dikutip dari ners.unair.ac.id pada Minggu (7/4) bahwa OCD merupakan gangguan kecemasan yang membuat seseorang memiliki pemikiran berulang mengenai ide atau sensasi (obsesif) tertentu, sehingga merasa terdorong harus mewujudkan ide tersebut secara berulang-ulang (kompulsif).

Cara Mengatasi

Lantas bagaimana untuk mengatasi kecanduan pada media sosial?

Atika memberikan salah satu solusi untuk penanganan kecanduan tersebut, yakni dengan cara terapi psikologis.

Terapi psikologis ini memang diperuntukkan pada penanganan kecanduan baik yang melibatkan zat maupun non-zat. Untuk konteks ini, penanganannya lebih berfokus pada modifikasi perilaku.

Beberapa hal yang dilakukan dalam praktiknya mulai dari psikoedukasi serta pembentukan pola pikir yang sehat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore