
Dampak dan cara mengatasi kecanduan media sosial menurut pakar Unair./Pexels/mikoto.raw Photographer
JawaPos.com - Kecanduan media sosial adalah fenomena kontemporer yang semakin menjadi perhatian serius bagi pakar psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Dengan semakin meluasnya penggunaan platform media sosial, Atika Dian Ariana pakar Psikologi Unair Surabaya memperingatkan tentang dampak negatif yang dapat terjadi pada penggunanya.
Dampak kecanduan media sosial
Dikutip dari unair.ac.id pada Minggu (7/4), ia menjelaskan mengenai dampak dari ketagihan menjelajah media sosial yang dialami masyarakat hari ini.
Atika menjelaskan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua dampak dari pemakaian jejaring online secara berlebihan, yakni kesehatan fisik dan mental.
Secara fisik gejala-gejala yang patut diwaspadai karena lamanya di depan gawai adalah mengenai posisi duduk yang tidak sehat, berkurangnya aktivitas gerak fisik yang berpotensi pada masalah fisik seperti gangguan tidur dan mata lelah.
Sedangkan secara kesehatan mental, terlalu lama berselancar di media sosial dapat menyebabkan depresi dan kecemasan bagi penggunanya.
Bahkan tidak hanya itu, mereka yang berlebihan dalam bermedia sosial akan berpotensi mengalami OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol perilaku berulang untuk berselancar di medsos.
Dikutip dari ners.unair.ac.id pada Minggu (7/4) bahwa OCD merupakan gangguan kecemasan yang membuat seseorang memiliki pemikiran berulang mengenai ide atau sensasi (obsesif) tertentu, sehingga merasa terdorong harus mewujudkan ide tersebut secara berulang-ulang (kompulsif).
Cara Mengatasi
Lantas bagaimana untuk mengatasi kecanduan pada media sosial?
Atika memberikan salah satu solusi untuk penanganan kecanduan tersebut, yakni dengan cara terapi psikologis.
Terapi psikologis ini memang diperuntukkan pada penanganan kecanduan baik yang melibatkan zat maupun non-zat. Untuk konteks ini, penanganannya lebih berfokus pada modifikasi perilaku.
Beberapa hal yang dilakukan dalam praktiknya mulai dari psikoedukasi serta pembentukan pola pikir yang sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
