Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 April 2024 | 21.52 WIB

7 Tanda Pernikahan Tak Lagi Bisa Diselamatkan, Penting untuk Dicermati oleh Setiap Pasangan

Ilustrasi pasangan dengan komunikasi buruk./ Freepik - Image

Ilustrasi pasangan dengan komunikasi buruk./ Freepik

JawaPos.com – Kebanyakan orang akan merasa bingung dan stres ketika pernikahannya tak bisa diselamatkan. Namun, kadang hal tersebut justru menjadi keputusan terbaik.

Manusia pada umumnya, tidak menyukai perubahan. Itulah sebabnya memutuskan untuk berpisah membutuhkan waktu lama bagi seseorang untuk berpikir.

Menurut informasi yang disampaikan para psikologi dalam psychologytoday, Kamis (4/4), inilah tanda-tanda bahwa sebuah hubungan telah melewati titik tanpa harapan. 

  1. Tidak ada Lagi Diskusi Dua Arah

Pernikahan berada di ujung tanduk ketika terjadi gangguan total dalam komunikasi. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi diskusi dua arah.

Masa genting itu muncuk ketika pasangan mulai defensif saat mendapat pertanyaan, lalu hal itu pun membuat Anda melawan atau bahkan tidak bisa melanjutkan sama sekali.

Setiap diskusi menjadi adu mulut atau saling membuka kesalahan. Biasanya, hal ini akan berakhir dengan salah satu pihak akan pergi begitu saja.

Penelitian menunjukkan bahwa pria lebih sering melakukan stonewalling. Namun bukan berarti wanita tidak melakukannya.

Pada akhirnya salah satu akan mengancam untuk mempersilakan pergi jika tidak bahagia. Maka, hubungan kandas dengan mudah.

  1. Mudah Menggunakan Kesalahan sebagai Senjata

Pakar perkawinan John Gottman membuat perbedaan yang baik antara keluhan dan kritik. Kritik berfokus pada masalah sedangkan keluhan hanya membidik kepada pribadi.

Jika pasangan berkata, "Saya khawatir tentang uang, dan saya pikir harus mengurangi sedikit pengeluaran," maka dia sedang mengkritik.

Tapi kondisi akan berbeda jika menggunakan kalimat, "Kamu menghabiskan terlalu banyak uang. Kamu benar-benar tidak bertanggung jawab," maka Anda hanya mengeluh dan tidak akan berguna.

Jika pernikahan Anda telah merosot sampai titik di mana setiap kesalahan akan disebut sebagai kekurangan, maka Anda berada jauh di wilayah negatif.

  1. Mengalah yang Salah

Beberapa orang berdalih sikap mengalah adalah untuk menjaga perdaiaman. Padahal, yang sebenarnya Anda lakukan adalah memperkuat putusnya komunikasi.

Ketika memilih untuk mengalah, seseorang sedang mencoba memilah perasaan pikiran. Tapi yang terjadi kadang terlalu lama sehingga mengarah pada penghindaran.

Pasangan yang tumbuh dalam rumah tangga yang toxic lebih sering mengambil sikap menghindar karena mereka ingin menghilangkan perasaan sakit dan malas berdebat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore