Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 05.11 WIB

Mengenal Stoicism Mindset, 7 Cara Ampuh untuk Mengatasi Overthinking agar Hidup Menjadi Lebih Tenang

Ilustrasi overthinking. - Image

Ilustrasi overthinking.

JawaPos.com – Stoicism mindset merupakan sebuah filosofi yang mengajarkan manusia cara untuk menciptakan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan nyata. Stoicism ini berkaitan dengan fokus atau konsentrasi kita terhadap hal yang bisa atau tidak bisa kita kendalikan. Filosofi ini berhubungan sangat erat dengan kebahagiaan hidup yang diwujudkan dengan cara menghindari pikiran-pikiran stres dan jenuh.

Sebagian besar manusia di dunia ini lebih sering berfokus pada hal-hal yang berada diluar jangkauan mereka dibandingkan dengan hal-hal yang bisa mereka kendalikan. Tentu hal ini berbanding terbalik dengan tujuan dari stoicism untuk meciptakan kehidupan yang bahagia dan tenang.

Kunci utama untuk memiliki hidup bahagia menurut stoicism mindset adalah dengan memfokuskan diri kita sendiri pada hal-hal yang ada dalam kendali kita agar menjadi sosok yang tangguh dan bijaksana. Dalam filosofi stoicism, semua hal yang terjadi dalam hidup manusia itu bersifat netral. Tidak ada yang bersifat positif atau negative juga tidak ada hal yang bersifat buruk atau baik.

Pemikiran ini menjelaskan bahwa penilaian terhadap sesuatu yang bersifat positif atau negatif serta baik atau buruk itu berasal dari interpretasi kita terhadap hal tersebut.

Berikut adalah beberapa cara yang dikutip dari buku The Daily Stoic agar kita dapat membentuk stoicism mindset sekaligus untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru yang lebih baik.

1. Memahami adanya perbedaan kendali

Hal utama dalam filosofi stoicism adalah tentang cara membedakan hal-hal apa saja yang dapat diubah dan hal apa saja yang tidak dapat kita ubah. Memahami apa yang kita miliki dan apa yang tidak kita tidak miliki.

Menurut Epictetus, kita sebagai manusia hampir tidak mempunyai kendali atas apapun. Tetapi pada saat yang bersamaan, kita mempunyai kendali penuh yang potensial untuk kebahagiaan kita.

Konsep stoicism mengajarkan bahwa semua rasa emosi yang kita rasakan merupakan hasil dari penilaian kita terhadap sesuatu. Hal yang berada dalam diri kita sendiri sebenarnya bersifat netral karena apa yang kita anggap mengerikan mungkin saja terlihat sepele bagi orang lain, begitupun sebaliknya.

Dalam cara ini kita harus dapat membedakan hal-hal yang dapat kita kendalikan dan hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan.

2. Membuat jurnal harian

Stoicism mindset mengharuskan kita untuk membiasakan diri menulis jurnal harian sekaligus konsep yang digunakan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari-hari di masa depan. Dalam jurnal harian ini kita menuliskan segala peristiwa atau sesuatu yang kita alami saat merasa kesal dengan sesuatu yang bersifat sepele atau bertindak dengan rasa emosi kepada seseorang yang mungkin saja tidak pantas kita marahi.

Dengan menuliskan semua itu, kita dapat memberikan evaluasi untuk hari ini dan mempunyai harapan dan berpikir untuk tidak melakukannya lagi di kemudian hari.

Pola pikir stoicism ini dirancang untuk menjadi praktik dan rutinitas, oleh karena itu diperlukan ketekunan, pengulangan, dan konsentrasi untuk menerapkan mindset ini.

3. Mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore