
Air hangat vs air dingin untuk berbuka puasa./Sumber foto: freepik/atlascompany
JawaPos.com - Saat berbuka puasa di bulan Ramadhan, umumnya orang-orang memulainya dengan makanan ringan atau minuman untuk memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Di beberapa budaya, hidangan berbuka puasa sering kali diawali dengan kurma atau air putih untuk membantu mengembalikan kadar gula darah yang rendah dan mempersiapkan lambung untuk menerima makanan yang lebih berat.
Namun saat ini, semakin banyak individu yang memilih untuk berbuka puasa dengan minuman segar, terutama air dingin daripada air hangat.
Banyak individu yang beranggapan bahwa minum air dingin dapat memberikan sensasi kesegaran yang langsung terasa lega setelah berpuasa seharian daripada air hangat.
Mereka berpikir bahwa minum air dingin segera setelah berbuka puasa akan membantu tubuh mereka kembali terhidrasi, namun sebenarnya ini adalah pemahaman yang keliru.
Dengan begitu, penting bagi kita untuk memahami dampak minum air dingin terhadap proses pencernaan dan kesehatan secara umum.
Baca Juga: Catata! 5 Waktu Paling Efektif untuk Menghidrasi Tubuh, Optimalkan Kesehatan dengan Minum Air Mineral di Waktu yang Tepat!
Dilansir dari Oman Daily Observer pada Jumat (8/3), salah satu risiko minum air dingin saat berbuka puasa adalah bahwa hal itu menyulitkan proses pencernaan karena menyebabkan kontraksi otot perut yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah kecil.
Akibatnya, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam makanan dengan efisien, yang menyebabkan proses pencernaan menjadi lambat dan sulit.
Oleh karena itu, disarankan untuk memulai minum air hangat saat berbuka puasa agar dapat menghindari masalah dan komplikasi yang mungkin timbul.
Meskipun beberapa orang mungkin percaya bahwa minum air dingin membantu menurunkan berat badan karena membakar lemak dan kalori, sebaiknya hindari minum air dingin segera setelah berpuasa. Secara umum, air hangat lebih baik untuk pencernaan dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh.
Selain itu, minum air dingin selama berbuka puasa dapat mengganggu aliran darah ke lambung dan usus, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kolik, kontraksi, gangguan pencernaan, obesitas, dan keasaman lambung yang sering terjadi setelah berbuka puasa.
Oleh karena itu, disarankan untuk memulai dengan minum air hangat pada suhu ruangan terlebih dahulu saat berbuka puasa. Kemudian, Anda bisa minum air dingin secara moderat untuk memuaskan dahaga.
***

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
