Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 17.25 WIB

Apa Itu One Sided Relationship dan Bagaimana Mengatasinya: Panduan Lengkap untuk Terbebas dari Hubungan Sepihak

Ilustrasi one sided love Jo dan Laurie di film Little Women (2019)./(Pinterest/Sony Pictures) - Image

Ilustrasi one sided love Jo dan Laurie di film Little Women (2019)./(Pinterest/Sony Pictures)

JawaPos.com – One sided relationship adalah hubungan yang tidak seimbang, di mana salah satu pihak memberikan lebih banyak usaha, perhatian, atau pengorbanan daripada pihak lain.

Hubungan seperti ini bisa membuat Anda merasa tidak aman, tidak bahagia, dan tidak memberikan kepuasan apapun dalam hidup Anda, seperti yang dilansir dari laman Verywell Mind, Rabu (28/2).

Namun dengan membaca artikel ini, Anda akan mengetahui apa itu one sided relationship, apa saja tanda-tandanya, apa penyebabnya, apa dampaknya, dan bagaimana cara mengatasinya. Untuk itu, simak tulisan ini sampai selesai!

Apa Itu One Sided Relationship?

One sided relationship adalah hubungan yang tidak seimbang, di mana salah satu pihak memberikan lebih banyak usaha, perhatian, atau pengorbanan daripada pihak lain, menurut Profesor psikologi di California State University, Kelly Campbell, Ph.D.

Dalam one sided relationship, hanya salah satu pihak yang melakukan sebagian besar pekerjaan, baik itu secara finansial, fisik, emosional, atau mental.

Dalam hubungan romantis, ini bisa berarti hanya salah satu pihak lebih sering menginisiasi komunikasi, merencanakan kegiatan bersama, atau mengurus tugas-tugas yang seharusnya dibagi rata. Atau bisa juga berarti salah satu pihak lebih dominan atau kontroler daripada pihak lain.

Apa Saja Tanda-Tanda One Sided Relationship?

One sided relationship bisa sulit untuk dikenali, terutama jika Anda sudah terbiasa dengan pola hubungan tersebut.

Namun, ada beberapa tanda yang bisa membantu Anda menyadari bahwa hubungan Anda tidak seimbang, antara lain:

- Anda selalu merasa tidak aman dalam hubungan. Anda selalu meragukan motif atau perasaan pasangan Anda. Anda merasa tidak yakin apakah mereka benar-benar mencintai Anda atau tidak.

- Anda selalu berpikir dan menganalisis hubungan Anda. Anda mencoba mencari tahu apa yang salah, apa yang bisa Anda perbaiki, atau apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda lebih bahagia.

- Anda selalu mengalah atau menyesuaikan diri dengan keinginan pasangan Anda. Anda jarang atau tidak pernah mendapatkan apa yang Anda inginkan dan butuhkan dalam hubungan. Anda merasa tidak dihargai atau dihormati oleh pasangan Anda.

- Anda selalu berusaha lebih keras untuk menjaga hubungan. Anda selalu mengambil inisiatif untuk berkomunikasi, menyelesaikan masalah, atau menghidupkan kembali percikan cinta. Anda merasa bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan hubungan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore