
ilustrasi epilepsi. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Epilepsi atau dikenal ayan merupakan kelainan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang karena ledakan aktivitas listrik tiba-tiba di otak. Kejang ini dapat bervariasi dalam intensitas dan jenisnya sehingga mempengaruhi individu secara berbeda.
Dampak epilepsi pada kehidupan manusia bisa sangat besar, melampaui manifestasi fisik dari kejang.
Hal ini menimbulkan stigma sosial, terbatasnya kesempatan kerja, dan tantangan dalam pendidikan dan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, penanganan ayan seringkali memerlukan pengobatan seumur hidup dan pengawasan medis yang teratur karena sifatnya rumit, kondisi ini dikelilingi oleh banyak mitos dan kesalahpahaman.
Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Selasa (13/2), Ahli Saraf Kunal Bahrani mengatakan terdapat beberapa mitos umum tentang epilepsi yang harus berhenti dipercayai:
Mitos 1: Epilepsi menular
Fakta: Salah satu mitos paling umum mengenai epilepsi adalah penyakit ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak. Tapi epilepsi tidak menular lantaran disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetika, cedera otak, infeksi, atau gangguan perkembangan.
Mitos 2: Epilepsi itu penyakit mental
Fakta: Kesalahpahaman lainnya ialah ayan jadi salah satu bentuk penyakit mental atau tanda cacat intelektual. Meskipun epilepsi dapat terjadi bersamaan dengan kondisi kesehatan mental atau gangguan perkembangan, penyakit ini pada dasarnya kelainan neurologis yang memengaruhi aktivitas listrik otak.
Mitos 3: Epilepsi hanya menyerang anak-anak
Fakta: Meski epilepsi sering kali didiagnosis pada masa kanak-kanak, penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia.
Timbulnya ayan dapat terjadi pada semua tahap kehidupan, mulai dari bayi hingga usia lanjut. Beberapa orang mungkin mengalami epilepsi di kemudian hari karena faktor-faktor seperti trauma, stroke, atau tumor otak.
Mitos 4: Epilepsi adalah hukuman mati
Fakta: Ada banyak kemajuan dalam pengobatan medis, tapi sebagian orang percaya epilepsi adalah kondisi mengancam jiwa.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
