
ilustrasi pola makan vegan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Belakangan ini, banyak orang yang mengagung-agungkan gagasan kesehatan dengan menerapkan gaya hidup menjadi seorang vegan.
Ya, istilah vegan pastinya tak asing di kalangan publik. Namun perlu diketahui sedikit perbedaan antara vegan dan vegetarian meski pola makannya terdiri dari sayuran, buah, kacang, biji, dan jamur.
Vegetarian ialah gaya hidup menerapkan pola makan tanpa mengonsumsi makanan dari hewan, namun menolerir produknya misal susu atau telur.
Sedangkan vegan lebih ketat yakni menghindari semua bentuk eksploitasi dan tak konsumsi apapun yang berasal dari hewan.
Selain menghilangkan makanan olahan susu atau daging dari pola makan, menjadi seorang vegan lebih dari sekadar mengonsumsi pola makan nabati karena akan gaya hidupnya akan berdampak disetiap aspek kehidupan.
Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Jumat (22/12), ahli diet Garima Dev Verman mengatakan hal-hal yang perlu diketahui ketika ingin beralih gaya hidup menjadi seorang vegan.
Ada banyak alasan mengapa seseorang ingin menjadi vegan, mulai dari menjaga kesehatan, melindungi lingkungan, hingga kesejahteraan hewan.
Semakin dekat dengan faktor pendorongnya akan membantu tetap berpegang pada veganisme.
Jika memiliki tujuan jelas, akan lebih mudah untuk mematuhi perubahan pola makan atau gaya hidup. Jika melindungi alam jadi tujuan, lakukan penelitian mendalam tentang manfaat vegan bagi lingkungan.
Pola makan vegan mungkin tidak mengandung beberapa nutrisi penting dan tubuh mungkin mulai kekurangan nutrisi tersebut setelah menjauhi makanan tertentu.
“Biasakan diri dengan nutrisi penting yang mungkin lebih sulit didapat dari pola makan nabati seperti B12, zat besi, asam lemak omega-3, dan vitamin D. Jelajahi sumber nabati untuk nutrisi ini dan pertimbangkan suplemen jika perlu,” jelas Verman.
Rencanakan makanan untuk memastikan diet seimbang dan bervariasi. Bereksperimen dengan resep baru dan temukan alternatif nabati yang nantinya akan membuat transisi menjadi lebih menyenangkan dan berkelanjutan.
Lengkapi dapur dengan makanan pokok vegan, termasuk biji-bijian, polong-polongan, kacang-kacangan, dan protein nabati. Jelajahi berbagai buah dan sayuran serta biasakan diri dengan makanan pengganti seperti susu nabati.
Biasakan membaca label makanan untuk mengidentifikasi bahan-bahan non-vegan. Waspadai bahan tambahan dan pengawet umum yang berasal dari produk hewani.
Verman menyarankan bergabung dengan komunitas vegan lokal atau online untuk terhubung dengan individu yang berpikiran sama. Carilah nasihat, berbagi pengalaman, dan kumpulkan dukungan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
