
Founder of Khaloo Beauty Elsinar Chrismas (kiri) dan Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin dr. Dia Febrina, Sp.KK (kanan) saat menghadiri acara bincang-bincang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
JawaPos.com - Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin yakni dr Dia Febrina, Sp.KK, memberikan pandangan baru terkait tren perawatan kulit dengan konsep skin minimalism atau perawatan kulit dengan penggunaan sedikit produk, namun memberikan hasil yang efektif.
Pada acara bincang-bincang di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (22/11), dr Dia menjelaskan bahwa beberapa brand skincare luar pernah mengusung konsep dengan langkah perawatan hingga 10, namun hal ini sering dianggap terlalu rumit dan memakan banyak waktu.
Menurutnya, penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan belum tentu efektif bagi kesehatan kulit.
Oleh karena itu, penerapan skin minimalism menjadi solusi untuk mengoptimalkan waktu pemakaian produk perawatan kulit dengan hasil yang maksimal.
“Jadi, sebuah konsep skin minimalism ini adalah suatu perawatan kulit sederhana yang terfokus pada sesuatu yang benar-benar diperlukan oleh kulit,” kata dokter yang menyelesaikan pendidikan spesialis kulitnya di Universitas Padjadjaran.
Dikutip dari ANTARA, Dokter Spesialis Kulit juga menjelaskan penggunaan skin minimalism memiliki manfaat, di antaranya untuk mengurangi kompleksitas perawatan kulit, sehingga pemakaian produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca Juga: Simak 5 Manfaat Air Cucian Beras untuk Perawatan Kulit hingga Rambut
“Kedua, semakin banyak produk yang digunakan belum tentu baik untuk kulit. Jadi, ada beberapa orang yang kulitnya sensitif dan gampang iritasi, itu akan memicu reaksi iritasi,” kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.
Dia juga menekankan bahwa pemilihan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit sangat penting sebelum menerapkan skin minimalism.
Ada tiga tahap utama dalam konsep ini, yaitu cleansing (membersihkan kulit wajah), moisturizing (melembabkan kulit), dan protection (melindungi kulit dari sinar UV).
Selain bermanfaat bagi kulit, konsep skin minimalism juga dapat berkontribusi pada lingkungan berkelanjutan.
Mengurangi penggunaan produk sebanding dengan mengurangi limbah dari jumlah kemasan produk, sehingga skin minimalism berperan dalam mengurangi sampah.
“Produk skincare itu ada limbahnya, belum lagi dari limbah pot-nya, segala macam. Kalau kita fokus ke pemakaian produk yang simple, tetapi efektif, itu akan sangat bermanfaat bagi kulit kita,” kata dr. Dia Febrina.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
