Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 November 2023 | 00.11 WIB

Mengenal Philophobia, Takut Jatuh Cinta yang Ternyata Ada Penjelasan Medisnya

Ilustrasi phobia / sumber: Freepik - Image

Ilustrasi phobia / sumber: Freepik

JawaPos.com - Phobia berasal dari kata dalam bahasa Yunani "phobos" yang memiliki arti "ketakutan" dalam bahasa Indonesia.

Kata "phobos" juga diambil dari dewa dalam mitologi Yunani yang mengendalikan perasaan takut.

Dalam spektrum penyakit kejiwaan, phobia termasuk ke dalam salah satu jenis dari gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi Cleveland Clinic, philophobia juga berasal dari bahasa Yunani dengan "philos" yang artinya "cinta".

Orang-orang yang menderita philophobia merupakan mereka yang memiliki ketakutan berlebih akan perasaan jatuh cinta.

Hal itu membuat para penderita philophobia merasa tidak bisa, atau bahkan mustahil untuk menjalin hubungan romansa dengan orang lain.

Dilansir oleh JawaPos.com dari situs resmi Cleveland Clinic, tidak bisa dipastikan apakah gangguan philophobia ini merupakan fenomena yang langka atau bukan, karena orang-orang yang mengalaminya terkadang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengidap gangguan tersebut.

Sekitar satu dari sepuluh orang dewasa dan satu dari lima remaja di Amerika dipercaya mengidap gangguan ini.

Sementara itu, dikutip dari Web MD, philophobia merupakan kondisi yang tidak bisa didiagnosa oleh dokter, karena gangguan ini tidak terdapat di dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM).

Meskipun begitu, dokter tetap bisa membantu penderita philophobia untuk sembuh apabila kondisi tersebut memengaruhi aktivitas sehari-hari Anda.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang menderita philophobia, yaitu faktor trauma masa lalu, faktor genetik, ketakutan akan penolakan, dan phobia lainnya.

Trauma masa lalu yang memicu philophobia bisa berasal dari lingkungan keluarga yang abusif, orang tua yang bercerai, atau orang tua yang absen secara fisik maupun emosional.

Selain itu, hubungan-hubungan romansa sebelumnya yang tidak berjalan dengan baik, seperti toxic relationship atau abusive relationship juga bisa memicu gangguan ini.

Faktor-faktor budaya dan agama juga bisa berperan dalam memicu ketakutan seseorang terhadap cinta.

Biasanya, orang-orang yang tidak mendapat perhatian yang cukup dari lingkungan sekitarnya juga bisa memiliki gangguan philophobia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore