Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 03.44 WIB

Pernah Menangis hingga Tersedu Padahal Sedang Tidur? Ternyata Ini Penyebabnya

Gangguan tidur parasomnia atau menangis saat tidur. (Pexels/Karolina Grabowska) - Image

Gangguan tidur parasomnia atau menangis saat tidur. (Pexels/Karolina Grabowska)


JawaPos.Com - Menangis saat tidur ternyata tidak hanya dialami oleh bayi atau anak-anak saja.

Namun, kondisi menangis saat tidur juga bisa dialami oleh orang dewasa. Ya, rasanya cukup menyedihkan ketika bangun dengan air mata berlinang.

Lantas apa sih yang menyebabkan seseorang menangis tersedu bahkan di saat tidur lelap?

Dilansir dari Verywellmind.com, Minggu (17/9), bayi cenderung menangis saat tidur karena belum terbiasa berpindah dari satu tahap tidur ke tahap tidur berikutnya.

Saat bayi lahir, mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan siklus tidur barunya. Bayi menangis saat tidur, karena belum terbiasa beralih dari tidur nyenyak ke tidur ringan.

Alhasil, transisi ini dapat membuat mereka kesal, menyebabkan mereka terbangun sambil menangis.

Namun seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi, mereka akan semakin jarang terbangun dalam tidur ataupun menangis saat tidur.

Sementara itu, orang dewasa yang mengalami hal ini sering kali dikaitkan dengan kelelahan emosi dan kesehatan mental.

Orang dewasa yang mengalami kelelahan emosional, menderita kondisi kesehatan mental, atau baru saja mengalami pengalaman traumatis biasanya dapat menitikkan air mata saat tidur dan saat bangun tidur.

Ya, setiap orang berduka dengan cara yang berbeda-beda ketika mereka mengalami kehilangan yang tragis atau menghadapi peristiwa traumatis.

Beberapa orang mampu mengekspresikan emosinya dengan mudah, mencari bantuan tanpa banyak hambatan, dan dapat bergerak maju dengan cepat.

Orang lain mungkin lebih memilih untuk mengabaikan atau menekan perasaan mereka dan menarik diri dari orang lain.

Namun beberapa orang cenderung berperilaku seolah-olah semuanya baik-baik saja.

Mereka tetap sibuk dan aktif di siang hari, tetapi di malam hari, emosi yang sulit muncul dan menyebabkan masalah tidur.

Selain tekanan mental, kondisi ini juga disebut dengan parasomnia. Untuk diketahui, parasomnia adalah kategori gangguan tidur yang mencakup berjalan dalam tidur dan berbicara dalam tidur.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore