
Gangguan tidur parasomnia atau menangis saat tidur. (Pexels/Karolina Grabowska)
JawaPos.Com - Menangis saat tidur ternyata tidak hanya dialami oleh bayi atau anak-anak saja.
Namun, kondisi menangis saat tidur juga bisa dialami oleh orang dewasa. Ya, rasanya cukup menyedihkan ketika bangun dengan air mata berlinang.
Dilansir dari Verywellmind.com, Minggu (17/9), bayi cenderung menangis saat tidur karena belum terbiasa berpindah dari satu tahap tidur ke tahap tidur berikutnya.
Saat bayi lahir, mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan siklus tidur barunya. Bayi menangis saat tidur, karena belum terbiasa beralih dari tidur nyenyak ke tidur ringan.
Alhasil, transisi ini dapat membuat mereka kesal, menyebabkan mereka terbangun sambil menangis.
Namun seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi, mereka akan semakin jarang terbangun dalam tidur ataupun menangis saat tidur.
Sementara itu, orang dewasa yang mengalami hal ini sering kali dikaitkan dengan kelelahan emosi dan kesehatan mental.
Orang dewasa yang mengalami kelelahan emosional, menderita kondisi kesehatan mental, atau baru saja mengalami pengalaman traumatis biasanya dapat menitikkan air mata saat tidur dan saat bangun tidur.
Ya, setiap orang berduka dengan cara yang berbeda-beda ketika mereka mengalami kehilangan yang tragis atau menghadapi peristiwa traumatis.
Beberapa orang mampu mengekspresikan emosinya dengan mudah, mencari bantuan tanpa banyak hambatan, dan dapat bergerak maju dengan cepat.
Orang lain mungkin lebih memilih untuk mengabaikan atau menekan perasaan mereka dan menarik diri dari orang lain.
Namun beberapa orang cenderung berperilaku seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Mereka tetap sibuk dan aktif di siang hari, tetapi di malam hari, emosi yang sulit muncul dan menyebabkan masalah tidur.
Selain tekanan mental, kondisi ini juga disebut dengan parasomnia. Untuk diketahui, parasomnia adalah kategori gangguan tidur yang mencakup berjalan dalam tidur dan berbicara dalam tidur.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
