
Ilustrasi pembangunan rumah tahan gempa di Lombok. (ANTARA/Aji Cakti)
JawaPos.com- Jakarta, Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dr. Eddy, MS (OH), mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan material rumah berbahan asbestos, yang umumnya digunakan untuk membuat atap, karena berpotensi memicu penyakit kanker paru-paru, dikutip dari Antara (11/8).
"Jika memang (mengandung) asbes beneran harus diganti. Banyak kasus-kasus asbestos zaman dulu, nggak perlu waktu lama bisa dibuktikan banyak kejadian terkena kanker paru-paru," kata Eddy dalam sebuah sesi diskusi daring, dikutip dari Antara, Jumat (11/8).
Material bangunan dengan bahan asbestos juga berisiko memicu penyakit paru-paru yang disebut asbestosis jika seseorang terpapar dalam jangka waktu yang lama atau dalam jumlah yang besar. Sebelum memilih bahan material rumah, Eddy mengingatkan untuk memastikan bahan yang terkandung dalam material tersebut serta meminta lembar keselamatan bahan MSDS agar penghuni rumah tidak terancam oleh paparan bahan-bahan berbahaya yang mengancam kesehatan.
"Pastikan saja bahannya apa, mereknya apa, dan minta MSDS-nya. Habis itu akan jelas ini mengandung apa," ujar Eddy.
Material Safety Data Sheet (MSDS) atau lembar keselamatan bahan merupakan catatan yang berisi informasi tentang suatu bahan kimia. Dokter yang menjadi anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Tidak Menular PB IDI itu menyebutkan MSDS terbagi menjadi dua jenis yaitu format OSHA dan ANSI.
MSDS format OSHA menjelaskan mengenai informasi tentang kandungan bahan kimia dalam suatu material yang meliputi kandungan bahaya, karakteristik fisik atau kimia, data reaktivitas, bahaya kesehatan, hingga prosedur pemakaian dan penanganan. Sementara MSDS format ANSI menjelaskan informasi lebih lengkap dengan turut mencantumkan langkah pertolongan pertama, langkah menghindari kecelakaan, cara pembuangan, cara mengatasi jika terjadi kebakaran, dan informasi lainnya.
Karena kandungannya yang berbahaya, Eddy menjelaskan asbestos saat ini sudah tidak banyak dipakai sebagai bahan bangunan rumah. Bahan tersebut lebih sering digunakan pada industri instalasi pipa panas dan percetakan dengan prosedur perlindungan untuk pekerja yang ketat.
"Sekarang sudah jarang sekali (digunakan sebagai bahan material rumah), sekarang asbes lebih banyak digunakan di industri instalasi pipa panas atau material untuk percetakan dan sebagainya dan itu juga maintenance (perawatan)-nya harus ketat sekali, pengawasannya ketat sekali, bahkan pekerja-pekerjanya di lapangan memakai proteksi khusus," kata Eddy. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022