
ilustrasi mandi. Seorang anggota DPRD Kalimantan Barat dari Partai Demokrat terciduk operasi pekat. Dia mengaku hanya menumpang mandi di kamar staf perempuannya.
JawaPos.com–Ada yang suka mandi menggunakan spons jaring atau loofah? Mulai sekarang yuk ketahui efek penggunaannya yang konon katanya dapat menyebabkan masalah kulit.
Bagi yang biasanya menggunakan spons jaring untuk mandi sebenarnya tidak ada salahnya. Tidak sedikit orang akan memakai spons jaring untuk dapat membersihkan tubuh, karena sel kulit mati dan kotoran akan lebih mudah terangkat.
Loofah sama halnya dengan spons jaring, namun terbuat dari bahan alami yaitu tanaman oyong yang dikeringkan. Namun perbedaan dalam penggunaannya, spons jaring akan membuat sabun menghasilkan lebih banyak busa, sedangkan loofah digunakan untuk eksfoliasi dan digosok ke kulit saat mandi.
Meski demikian, ternyata penggunaan spons jaring maupun loofah tidak terlalu bagus untuk kulit. Keduanya memiliki efek yang kurang baik, bahkan tidak disarankan karena dapat menyebabkan masalah pada kulit.
Menurut dokter kecantikan Anita Ang yang baru-baru ini membagikan konten melalui TikTok, penggunaan spons tidak bagus untuk kulit karena ada penumpukan bakteri dan jamur pada spons.
”Biasanya spons digantung di kamar mandi dalam keadaan lembap, dan hal ini akan menyebabkan penumpukan bakteri dan jamur pada spons,” ujar Anita, dikutip JawaPos.com, Rabu (9/8).
Anita menerangkan, jika spons tersebut dipakai maka bakteri dan jamur juga akan berpindah ke badan. Sehingga, menyebabkan masalah kulit. Selain itu risiko penggunaan spons juga dapat merusak skin barrier jika digosokkan terlalu keras pada kulit.
Lalu bagaimana cara mencegah terjadinya perkembangbiakan bakteri pada spons jaring maupun loofah tersebut? Ada tiga cara yang dapat dilakukan, berikut JawaPos.com rangkum dari berbagai sumber.
Menggantung spons
Setelah mandi usahakan untuk tidak lupa menggantung spons atau loofah di tempat yang terkena sinar matahari dan terlalui udara. Hal itu dilakukan agar spons tetap kering. Sehingga jamur dan bakteri risiko untuk penyebarannya akan lebih kecil.
Hindari penggunaan spons di area intim
Cara kedua yang dapat dilakukan yaitu hindari penggunaan spons pada area intim, terlebih jika baru saja mencukur di area tubuh tertentu. Hal ini karena kulit akan lebih sensitif dan rentan terinfeksi bakteri.
Rutin mengganti spons
Apabila spons dan loofah sudah berubah warna, dan mengeluarkan bau tidak sedap wajib bagi kamu untuk rutin menggantinya. Jika spons terbuat dari bahan plastik dapat diganti setidaknya dua minggu sekali, sedangkan untuk spons atau loofah yang terbuat dari bahan alami dianjurkan diganti setiap tiga sampai empat minggu sekali.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
