
Ilustrasi milenial sedang tren ikut kelas gym.
JawaPos.com - Tren berolahraga dengan mengikut kelas fitnes atau Gym memang ada sisi positifnya untuk membuat tubuh sehat dan bugar. Namun tak sedikit juga dari mereka yang bergabung sebagai anggota, hanya demi 'pencitraan' atau ikut-ikutan tren untuk dipamerkan di media sosial. Sementara gerakan olahraga tak dilakukan dengan benar.
Hati-hati, sebab hal itu bisa menimbulkan cedera. Pakar Nyeri dari Lamina Pain and Spine Center, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS mengungkapkan dirinya semakin banyak didatangi pasien anak muda atau milenial mengeluhkan nyeri leher atau nyeri punggung.
"Rupanya setelah ditelusuri hobi gym ini sudah menjadi tren gaya hidup. Ingin olahraga sih tapi awalnya karena diajak teman. Nah saat latihan, banyak gerakan-gerakan yang dipaksakan dan membuat otot cedera," katanya dalam konferensi pers di RS Meilia, Cibubur, baru-baru ini.
Niat hati ingin membentuk otot lebih atletis namun justru malah cedera otot. Misalnya ada latihan yang tidak pas untuk mengangkat beban tertentu tapi dipaksakan.
"Sayangnya saat mengikuti pola di gym itu kurang pas. Karena angkat beban berat," ungkapnya.
Menurut dr. Mahdian, tren kehidupan anak di kota tak sama dengan kehidupan di desa. Para petani di desa memang selalu ditempa dengan berbagai macam kegiatan yang membutuhkan latihan otot. Sehingga daya tahan otot anak desa berbeda dengan di kota.
"Lifestyle anak kota kan beda dengan di pedesaan. Sementara anak kota ingin gym tetapi tak biasa mengangkat beban. Maka tak heran ada kesalahan di bantalan tulang. Usia 20-30 tahun cedera otot itu banyak faktornya karena ikut gym dengan pola yang salah. Zaman dulu mana ada petani saraf kejepit karena otot pinggangnya kuat sekali. Biasa angkat beban, duduk di batu, di tanah. Maka gym boleh saja asal melakukannya sesuai prosedur," tegasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
