Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Februari 2019 | 20.49 WIB

Katakan 'Iya Boleh' ke Buah Hati, Kembangkan 5 Potensi Karakter Anak

Ilustrasi: jangan khawatir berlebihan dengan mengatakan tidak pada anak. Sebaliknya, katakan iya boleh tetapi tetap dengan pengawasan. - Image

Ilustrasi: jangan khawatir berlebihan dengan mengatakan tidak pada anak. Sebaliknya, katakan iya boleh tetapi tetap dengan pengawasan.

JawaPos.com - Kerap melarang anak ternyata tidak baik bagi tumbuh dan kembang anak. Demikian dikatakan Psikolog klinis Ratih Ibrahim pada Jawa Pos. Sebaliknya dikatakan mengabulkan keinginan anak dengan mengucapkan 'iya boleh' merupakan salah satu bentuk stimulan yang baik untuk tumbuh dan kembang anak.

Hanya saja, tetap harus berada dalam controlling orang tua. Artinya, orang tua tidak perlu takut berlebihan dalam memberikan kebebasan kepada anak.

"Kalau stimulan yang kita berikan benar, seharusnya tidak akan berlebihan. Banyak stimulan yang bisa saya dan Anda lakukan," kata Ratih, belum lama ini.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Ratih itu memberikan beberapa contoh stimulan yang baik. Misalnya, ketika anak bangun tidur, disapa dengan kata-kata yang baik dan sedikit usapan di kepala atau pelukan.

"Pagi, sunshine-nya mama. Bangun, yuk. Saya usap-usap kepala anak-anak," ucap Ratih memberikan contoh stimulan yang baik.

Menurut Ratih, sebutan sunshine untuk anak menjadi salah satu stimulan. Sedangkan usapan dan pelukan adalah cara halus agar anak mau bangun, dibandingkan harus memarahi anak yang sulit bangun.

Kemudian, Bunda Ratih menambahkan bahwa orang tua tidak hanya mengatakan 'iya boleh' pada anak. Melainkan, harus ikut terlibat dalam proses eksplorasi atau pencarian anak, sehingga terawasi dengan baik.

Ratih mengungkapkan eksplorasi yang tepat sesuai dengan usia dan tahap perkembangan, ternyata akan membantu anak untuk mengembangkan lima potensi karakter penting. Yakni, berani, cerdas, kreatif, peduli, dan pemimpin.

Konsep pengasuhan 'iya boleh' ini sudah diterapkan Putri Dwi Palupi, ibu satu anak. Dia mulai menerapkan konsep tersebut sejak anaknya berusia 6 bulan. Menurutnya, pada usia tersebut, anaknya telah mulai bereksplorasi.

Kepada Jawa Pos, Putri berbagi momen yang tidak terlupakan ketika menerapkan konsep 'iya boleh'. Yakni, momen saat dirinya memasak bareng buah hatinya yang bernama Ben Adam. Saat itu, Putri dan Ben akan membuat kue. Lalu, Putri memberikan ruang kepada Ben untuk bersentuhan dengan bahan-bahan pembuatan kue. Ternyata, Ben terlihat antusias. Ben menyentuh tepung dan telur.

"Telurnya dipecahin lah. Mau dilarang, kasihan. Tapi, dengan catatan, selesai masak, Ben harus bantu membersihkan. Ternyata, mau dong Ben bantu bersihin,’’ ucapnya lantas tertawa.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore