Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2015 | 05.28 WIB

Rahasia di Balik Permainan Warna Pakaian Orang Inggris

STREET STYLE: Veve (kiri) dan Audya mengenakan busana rancangan Yoanita Tahalele bertema English Weekend. - Image

STREET STYLE: Veve (kiri) dan Audya mengenakan busana rancangan Yoanita Tahalele bertema English Weekend.

JawaPos.com SURABAYA – Sempat tinggal lima tahun di Inggris, Yoanita Tahalele mengaku terpukau dengan street style yang sangat beragam. Dari situ, Yoanita merancang koleksi bertema English Weekend.



”Saya paling suka gaya di sana (Inggris) karena semua orang bisa berekspresi,” jelas Yoanita, 34, membuka percakapan.



Warga Inggris tidak pernah takut bermain warna. Yang paling menyenangkan, lanjut dia, kekuatan karakter membuat gaya mereka tidak pernah sama.



Saat mengamati koleksinya, Skotlandia adalah hal pertama yang terlintas. Ya, motif tartan yang mendominasi garis rancang Yoanita memang terinspirasi pakaian tradisional masyarakat Skotlandia.



”Orang England sendiri suka pakai flanel kotak-kotak ini karena dekat juga heritage-nya antara Scotland dan England,” ucap desainer kelahiran 14 Juni 1980 itu.



Koleksinya tersebut terdiri atas busana kasual yang lebih sering dipakai masyarakat Inggris saat akhir pekan. Sebab, ketika weekdays, orang-orang Inggris memakai busana formal.



”Jadi, kalau weekend, baru aneh-aneh gitu,” ujar owner Flying Feather tersebut.



Dia menjelaskan, desainnya memakai warna-warna tanah. Di antaranya, marun, merah, cokelat camel, dan abu-abu.



Bahannya kain flanel wol dan wol. Cutting yang dipilih tentu mengikuti style anak-anak muda yang dipimpin Ratu Elizabeth itu.



Ada loose asymmetric dress, cape blazer, tailored blazer, dan kardigan. Juga ada celana pendek, crop top, atasan dan bawahan hilo, sampai turtle neck.



Alih-alih memadukan turtle neck dengan anting-anting atau kalung, alumnus sosiologi University of Manchester itu merekomendasikan gelang, topi, atau kacamata hitam.



Motif yang ramai, menurut dia, lebih pas dipadukan dengan aksesori minimal. Model topi yang bisa dipilih juga bermacam-macam.



Beanie digunakan untuk tampilan sporty casual atau floppy hat untuk yang ingin tampil feminin.



Khusus alas kaki, Yoanita mengaku lebih menyukai sepatu kets untuk dipakai bersama koleksinya. Meski demikian, bukan berarti high heels dan platform wedges tidak bisa dipadukan dengan rancangan tersebut.



Jika ingin menghadiri acara yang sedikit formal, asymmetric dress dan high heels akan menghasilkan kombinasi yang manis.

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore