
BERBAGI ILMU: Astri Pramarini (kanan), konsultan laktasi dan baju bayi saat memberikan pelatihan menggunakan kain jarit untuk berbagai motif gendongan Senin (17/4) di Pondok Candra Sidoarjo.
JawaPos.com – Kaki jadi ngangkang. Anak jadi bau tangan. Mitos-mitos itu tersebar secara turun-temurun di masyarakat ketika ibu sering menggendong anaknya. Padahal, menggendong justru baik untuk anak.
Selain bisa mendekatkan secara emosional, menggendong bayi bisa menstimulasi perkembangan tulang belakang. Lalu, kehangatan tubuh bayi bisa terjaga dan memudahkan bayi mendapat ASI.
’’Anak harus digendong. Sesering mungkin tidak apa-apa. Malah jangan dibiarkan terus berbaring,’’ papar dr Astri Pramarini, konsultan laktasi dan babywearing.
Astri merupakan salah seorang anggota Babywearers 031. Dia juga giat memberikan edukasi kepada para ibu tentang parenting. Menurut dia, sejak baru lahir, bayi sudah boleh digendong. Namun, caranya harus benar.
Sabtu (15/4) para orang tua, terutama ibu-ibu, saling berbagi tentang menggendong anak pada gathering komunitas Babywearers 031. Komunitas tersebut merupakan bagian dari Indonesian Babywearers yang berdiri sejak 2013. Di masing-masing wilayah, kelompok tersebut giat mengadakan penyuluhan tentang menggendong anak dan seputar ASI.
Sambil berbincang, Astri memberikan solusi dan tip menggendong anak dengan menggunakan berbagai macam gendongan sesuai dengan usia bayi. Di antaranya, stretchy wrap, woven wrap, bei dai, dan pouch. ’’Anak merengek minta digendong itu wajar. Gendonglah, maka dia akan merasa aman,’’ ucap Astri.
Jika bayi yang menangis tidak digubris, perkembangan psikologisnya bisa terdampak. Bayi bisa merasa tidak aman dan nyaman dengan ibunya.
Meski bermacam jenis gendongan bayi modern menjamur di pasaran, penggunaan jarit atau selendang batik masih dianjurkan. Namun, kadang menggendong anak dengan jarit terkendala rasa pegal karena simpul yang terletak di bahu.
Nah, ibu-ibu aktif itu punya cara untuk menggendong dengan menggunakan jarit tanpa rasa pegal. Yakni, mengubah letak simpul. ’’Ada dua cara, yakni pakai simpul jangkar atau slipknot dan no-sew ring sling,’’ papar Ela Prameswari Eka Putri, salah seorang anggota komunitas.
Ela merupakan ibu dua putra. Putra sulungnya, Rafael Afrillio, berusia 6 tahun. Si bungsu, Valiant Elfano, berusia 1 tahun. Keduanya ’’kenyang’’ gendongan si ibu. Ela merasakan kedekatan batin ketika menggendong si kecil. ’’Kalau udah lewat masanya nggak mau digendong, saya malah kangen nggendong,’’ tuturnya. Putra sulungnya sudah tidak mau digendong ketika mulai belajar berjalan.
Saat menggendong si kecil, keamanan dan kenyamanan harus diutamakan. Langkah yang perlu diperhatikan adalah TICKS. Yakni, tight, gendongan harus ketat sehingga bayi akan merasa dipeluk ibunya. In view at all times, bayi harus selalu terlihat. Tidak boleh mendelep atau tenggelam di dalam kain gendongan. ’’Jika mendelep, nanti punggung tak tersangga dengan baik. Bisa-bisa bayinya merosot, kan bahaya,’’ tegas Astri.
Selanjutnya, close enough to kiss, bayi mudah dicium saat digendong untuk menciptakan kedekatan batin. Keep chin off the chest, cegah dagu bayi menempel ke dada supaya sirkulasi pernapasan lancar. Terakhir, supported back, gendongan yang dipakai bisa menyangga punggung bayi. Perlu diperhatikan, sebaiknya orang tua tidak menggendong bayi dalam situasi yang bisa membahayakan. Misalnya, saat berkendara atau memasak.
Saat digendong, punggung bayi yang masih kecil akan membentuk seperti huruf C. Posisi itu membuat bantalan ruas tulang punggungnya cepat berkembang. ’’Kalau tiduran terus, malah susah berkembang,’’ tambah dokter yang mendapat sertifikasi dari School Of Babywearing UK tersebut.
Menggendong bayi harus disesuaikan dengan postur tubuh. ’’Menggendong bayi baru lahir tidak perlu dipekeh. Kaki bayi baru lahir memang seperti ngangkang. Biarkan kaki terbuka secara alami,’’ terangnya. (esa/c5/jan/sep/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
