Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 April 2017 | 03.05 WIB

Gendonglah biar Anak Nyaman, Pakai Simpul Khusus supaya Tak Pegal

BERBAGI ILMU: Astri Pramarini (kanan), konsultan laktasi dan baju bayi saat memberikan pelatihan menggunakan kain jarit untuk berbagai motif gendongan Senin (17/4) di Pondok Candra Sidoarjo. - Image

BERBAGI ILMU: Astri Pramarini (kanan), konsultan laktasi dan baju bayi saat memberikan pelatihan menggunakan kain jarit untuk berbagai motif gendongan Senin (17/4) di Pondok Candra Sidoarjo.

JawaPos.com – Kaki jadi ngangkang. Anak jadi bau tangan. Mitos-mitos itu tersebar secara turun-temurun di masyarakat ketika ibu sering menggendong anaknya. Padahal, menggendong justru baik untuk anak.


Selain bisa mendekatkan secara emosional, menggendong bayi bisa menstimulasi perkembangan tulang belakang. Lalu, kehangatan tubuh bayi bisa terjaga dan memudahkan bayi mendapat ASI.


’’Anak harus digendong. Sesering mungkin tidak apa-apa. Malah jangan dibiarkan terus berbaring,’’ papar dr Astri Pramarini, konsultan laktasi dan babywearing.


Astri merupakan salah seorang anggota Babywearers 031. Dia juga giat memberikan edukasi kepada para ibu tentang parenting. Menurut dia, sejak baru lahir, bayi sudah boleh digendong. Namun, caranya harus benar.


Sabtu (15/4) para orang tua, terutama ibu-ibu, saling berbagi tentang menggendong anak pada gathering komunitas Babywearers 031. Komunitas tersebut merupakan bagian dari Indonesian Babywearers yang berdiri sejak 2013. Di masing-masing wilayah, kelompok tersebut giat mengadakan penyuluhan tentang menggendong anak dan seputar ASI.


Sambil berbincang, Astri memberikan solusi dan tip menggendong anak dengan menggunakan berbagai macam gendongan sesuai dengan usia bayi. Di antaranya, stretchy wrap, woven wrap, bei dai, dan pouch. ’’Anak merengek minta digendong itu wajar. Gendonglah, maka dia akan merasa aman,’’ ucap Astri.


Jika bayi yang menangis tidak digubris, perkembangan psikologisnya bisa terdampak. Bayi bisa merasa tidak aman dan nyaman dengan ibunya.


Meski bermacam jenis gendongan bayi modern menjamur di pasaran, penggunaan jarit atau selendang batik masih dianjurkan. Namun, kadang menggendong anak dengan jarit terkendala rasa pegal karena simpul yang terletak di bahu.


Nah, ibu-ibu aktif itu punya cara untuk menggendong dengan menggunakan jarit tanpa rasa pegal. Yakni, mengubah letak simpul. ’’Ada dua cara, yakni pakai simpul jangkar atau slipknot dan no-sew ring sling,’’ papar Ela Prameswari Eka Putri, salah seorang anggota komunitas.


Ela merupakan ibu dua putra. Putra sulungnya, Rafael Afrillio, berusia 6 tahun. Si bungsu, Valiant Elfano, berusia 1 tahun. Keduanya ’’kenyang’’ gendongan si ibu. Ela merasakan kedekatan batin ketika menggendong si kecil. ’’Kalau udah lewat masanya nggak mau digendong, saya malah kangen nggendong,’’ tuturnya. Putra sulungnya sudah tidak mau digendong ketika mulai belajar berjalan.


Saat menggendong si kecil, keamanan dan kenyamanan harus diutamakan. Langkah yang perlu diperhatikan adalah TICKS. Yakni, tight, gendongan harus ketat sehingga bayi akan merasa dipeluk ibunya. In view at all times, bayi harus selalu terlihat. Tidak boleh mendelep atau tenggelam di dalam kain gendongan. ’’Jika mendelep, nanti punggung tak tersangga dengan baik. Bisa-bisa bayinya merosot, kan bahaya,’’ tegas Astri.


Selanjutnya, close enough to kiss, bayi mudah dicium saat digendong untuk menciptakan kedekatan batin. Keep chin off the chest, cegah dagu bayi menempel ke dada supaya sirkulasi pernapasan lancar. Terakhir, supported back, gendongan yang dipakai bisa menyangga punggung bayi. Perlu diperhatikan, sebaiknya orang tua tidak menggendong bayi dalam situasi yang bisa membahayakan. Misalnya, saat berkendara atau memasak.


Saat digendong, punggung bayi yang masih kecil akan membentuk seperti huruf C. Posisi itu membuat bantalan ruas tulang punggungnya cepat berkembang. ’’Kalau tiduran terus, malah susah berkembang,’’ tambah dokter yang mendapat sertifikasi dari School Of Babywearing UK tersebut.


Menggendong bayi harus disesuaikan dengan postur tubuh. ’’Menggendong bayi baru lahir tidak perlu dipekeh. Kaki bayi baru lahir memang seperti ngangkang. Biarkan kaki terbuka secara alami,’’ terangnya. (esa/c5/jan/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore