Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 01.55 WIB

3 Kuliner Sate Karak Paling Enak di Surabaya Ini Masih Bertahan, Jangan sampai Terlewat

Sate Karak Surabaya, kuliner lezat yang mulai langka (Indonesian Food Explorer-youtube) - Image

Sate Karak Surabaya, kuliner lezat yang mulai langka (Indonesian Food Explorer-youtube)

JawaPos.com - Surabaya dikenal sebagai kota dengan beragam kuliner legendaris yang menggugah selera, salah satunya adalah sate karak.

Kuliner yang satu ini, meskipun kini semakin langka, tetap mempertahankan daya tariknya bagi para pecinta makanan tradisional.

Sate karak terdiri dari nasi campuran ketan hitam dan beras putih yang disajikan dengan parutan kelapa dan bumbu kedelai, serta ditemani sate usus sapi berbumbu rujak yang gurih dan sedikit pedas.

Meskipun banyak penjualnya yang sudah hilang, ada beberapa tempat di Surabaya yang masih dengan setia menyajikan sate karak dengan rasa otentik.

Berikut adalah tiga tempat sate karak paling enak yang masih bertahan dan layak Anda coba.

1. Sate Karak Mama Ida

Sate Karak Mama Ida menjadi salah satu penjual sate karak yang masih bertahan di tengah gempuran kuliner modern.

Berjualan di Jalan Nyamplungan depan terminal, kawasan Ampel, Surabaya, Mama Ida mulai buka sejak pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Mengutip Youtube Indonesian Food Explorer, harga satu porsi cukup ramah di kantong, yaitu hanya Rp15.000 saja.

Disajikan dengan nasi ketan hitam dan beras putih yang legit, sate ususnya dibumbui dengan cita rasa rujak khas Ampel yang gurih dan sedikit pedas. T

empat ini sering jadi buruan para pecinta kuliner lawas saat sore menjelang malam, terutama saat berkunjung ke kawasan religi Ampel.

2. Sate Karak Bu Nur

Jika Anda ingin mencicipi sate karak yang benar-benar legendaris, Sate Karak Bu Nur adalah jawabannya. Lokasinya berada di Jalan Kusuma Bangsa No.136, Surabaya, dan hanya buka setiap hari Minggu pagi pukul 06.00 hingga 08.00 WIB atau hingga habis.

Mengutip Youtube Budiono Sukses, saking banyaknya penggemar, sate karak Bu Nur sering kali habis dalam waktu kurang dari dua jam.

Dahulu, Bu Nur menggunakan karak asli, yaitu nasi putih sisa yang dijemur dan disangrai, namun kini diganti dengan campuran beras putih dan ketan hitam. Satenya terdiri dari sate usus atau sate daging yang dilumuri bumbu rujak sedap dan sedikit pedas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore