
ILUSTRASI Kue Lebaran. (istimewa)
JawaPos.com - Toples berisi kue kering yang berjejer rapi di meja tamu menjadi suguhan wajib saat Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Mulai dari nastar, kastengel, hingga putri salju tampak menggoda selera.
Namun di balik tampilannya yang cantik, Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi mengimbau masyarakat untuk lebih cermat memiliki produk dan tidak asal makan.
"Pemahaman penggunaan bahan tambahan pangan dalam industri kue kering ini poinnya. Jadi Masyarakat perlu lebih cermat agar kue kering yang dipilih secara gizi aman dikonsumsi untuk keluarga," ucapnya, Rabu (11/3).
Berikut tiga tips memilih kue kering lebaran yang aman secara gizi:
1. Waspada Warna Mencolok dan Aroma Tengik
Penggunaan pengawet, pemanis, dan pewarna pada makanan sebenarnya diperbolehkan oleh undang-undang dan BPOM. Namun masyarakat tetap perlu mewaspadai kemungkinan penggunaan bahan tambahan ilegal.
Secara fisik, konsumen bisa menilai kualitas kue kering dari tampilannya sebelum membeli. Jika warna kue terlihat terlalu mencolok atau tidak tampak natural, sebaiknya dihindari karena bisa mengindikasikan penggunaan bahan berlebih.
"Selain visual, indra penciuman dan perasa juga penting. Jika saat dicicipi kue sudah mengeluarkan aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi dan sebaiknya jangan dikonsumsi," lanjutnya.
2. Perhatikan Keamanan Kemasan dan Izin Edar
Kualitas kue kering tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga dari cara pengemasan produk tersebut. Konsumen disarankan selalu mengecek tanggal kedaluwarsa maupun best before yang tertera pada label.
Kebersihan dan kerapian segel kemasan menjadi hal penting, terutama pada produk yang dijual di area terbuka atau pinggir jalan. Produk yang kemasannya bocor, pecah, atau retak sebaiknya tidak dibeli.
"Pastikan kemasan tidak bocor, pecah, atau retak. Adanya izin edar akan memberikan keyakinan lebih bahwa produk tersebut memang masih segar dan layak konsumsi karena telah melalui pengawasan," tutur Mahmud.
3. Terapkan Prinsip 3J untuk Mengontrol Kalori
Bagi masyarakat yang ingin menjaga asupan gula dan kalori saat Lebaran, prinsip 3J yaitu Jenis, Jumlah, dan Jadwal dapat diterapkan saat mengonsumsi kue kering sebagai makanan selingan.
Porsi kue kering sebaiknya dibatasi sekitar 10 - 20 persen dari total asupan kalori harian. Pembatasan ini penting agar tidak memicu lonjakan gula darah setelah menjalani puasa selama sebulan penuh.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
