
Kegiatan bertajuk “Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal Choco Chips Cookies & Sagu Keju Pandan Gula Aren” tersebut diikuti 51 peserta dan diselenggarakan di Kopi Taman Dinari, Jalan Cilangkap, Tapos, Depok, Kamis (5/3/2026). (Istimewa)
JawaPos.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga.
Kegiatan bertajuk “Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal Choco Chips Cookies & Sagu Keju Pandan Gula Aren” tersebut diikuti 51 peserta dan diselenggarakan di Kopi Taman Dinari, Jalan Cilangkap, Tapos, Depok, Kamis (5/3/2026).
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat membantu perempuan memiliki kemandirian ekonomi sekaligus menghapus stigma bahwa perempuan hanya berperan di rumah.
"Pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi emak-emak. Jadi emak-emak bisa mandiri, sambut lebaran raup cuan,” ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, pelatihan membuat kue kering dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar yang besar menjelang Lebaran.
Produk kue kering umumnya memiliki permintaan tinggi pada periode tersebut.
"Momen jelang lebaran ini bisa dimanfaatkan untuk buka usaha, kue kering ini misalnya karena memang permintaan sedang tinggi-tingginya," ujarnya.
Diketahui, pada sesi awal program, peserta diajarkan keterampilan membuat dua jenis kue kering, yakni choco chips cookies serta sagu keju pandan gula aren.
Kedua menu tersebut dipilih karena bahan bakunya relatif murah, mudah diperoleh, dan dapat dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.
Baca Juga:Erick Thohir Jamin Kerahasiaan Identitas 10 Atlet Panjat Tebing Korban Kekerasan dan Pelecehan
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pelatihan membuat konten promosi dengan memanfaatkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, seperti ChatGPT.
Para peserta kemudian ditantang untuk langsung membuka pre-order pada hari yang sama. Hasilnya, terkumpul 161 pesanan untuk kedua produk kue kering tersebut dengan harga jual Rp 60.000 per kemasan.
Dari pesanan tersebut, para peserta berhasil mencatatkan total pendapatan sekitar Rp 9.660.000.
