
Menyelami Petualangan Rasa di Bandung PART II: Dari Bakmi Pedas, Rahang Tuna, Hingga Barbeku di Lembang (YouTube RUMAH CANDA MELKI)
JawaPos.com - Embun pagi yang turun di dataran tinggi Lembang selalu membawa suasana yang sulit dibandingkan dengan tempat mana pun di Nusantara.
Udara segar, aroma kopi pahit yang baru diseduh, dan langkah pertama mengelilingi perkotaan yang masih setengah terjaga seolah membuka pintu menuju petualangan kuliner yang tak ada habisnya.
Dalam perjalanan kali ini, kanal YouTube RUMAH CANDA MELKI mengajak penonton menikmati serangkaian hidangan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menunjukkan betapa kayanya Indonesia dalam rasa dan cerita.
Menurut sang kreator, berjalan dari desa hingga kota, dari tempat sederhana hingga pusat keramaian, semua selalu menyimpan kejutan rasa yang khas Indonesia—pedas, manis, asam, gurih—yang menyatu dalam satu pengalaman bernama bikin ngiler.
Perjalanan kuliner kali ini berpusat di Bandung dan sekitarnya, menghadirkan ragam santapan dari bakmi pedas, rahang tuna panggang, batagor melegenda, hingga suasana barbeque malam hari yang romantis di Lembang.
1. Menyapa Pagi Bandung dengan Bakmi Pilla Rasa Chihapit
Setelah olahraga pagi di kawasan Lembang, rasa lapar datang lebih cepat dari biasanya.
Perhentian pertama adalah Bakmi Pilla Rasa di daerah Chihapit, salah satu spot favorit para pecinta bakmi.
Bakmi tipis, gurih, licin, dan sangat medok dengan perpaduan minyak ayam, kecap asin, serta chili oil menjadikan seporsi Yamin Pedas Gurih di sini terasa pecah di mulut.
Pelengkapnya, yaitu acar rawit yang terkenal ekstrem pedas, menjadi ciri khas yang tidak bisa dilewatkan.
Sang kreator menilai hidangan ini “perfect tanpa perlu diracik ulang,” dan menyebutnya sebagai salah satu bakmi wajib coba di Bandung karena kekuatannya ada pada perpaduan mi tipis dan racikan minyak yang pas.
2. Sensasi Rahang Tuna Manado 37 yang Menggugah Selera
Tidak berhenti di situ, perjalanan rasa berlanjut ke hidangan khas Manado: Rahang Tuna 37.
Rahang tuna berbobot sekitar 400 gram dibakar dengan teknik pengasapan sehingga menghasilkan kulit yang garing dan daging yang super juicy.
Pendampingnya adalah sambal dabu-dabu, sambal rica, dan sambal matah—tiga kombinasi pedas segar yang membawa kelezatan ikan besar ini ke level yang lebih tinggi.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
