Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 November 2025 | 16.47 WIB

Menyusuri Sarapan Legenda Solo: Intip Perjalanan Kuliner Rumah Canda Melki dari Pasar Gede hingga Tengkleng Rica-Rica Favorit

Menyusuri Sarapan Legenda Solo PART 2: Perjalanan Kuliner Rumah Canda Melki Dari Pasar Gede Hingga Tengkleng Rica-Rica Favorit (YouTube RUMAH CANDA MELKI) - Image

Menyusuri Sarapan Legenda Solo PART 2: Perjalanan Kuliner Rumah Canda Melki Dari Pasar Gede Hingga Tengkleng Rica-Rica Favorit (YouTube RUMAH CANDA MELKI)

JawaPos.com - Kota Surakarta kembali memperlihatkan keindahan wajah kulinernya. Dalam hiruk-pikuk pagi, wangi rempah dan aroma masakan khas Jawa Tengah menyambut siapa saja yang datang.

Melalui perjalanan terbarunya, kanal YouTube RUMAH CANDA MELKI mengajak penonton menikmati sensasi kuliner Solo yang kaya rasa—dari jajanan pasar, minuman segar, hingga hidangan perkambingan yang telah melegenda.

Melki membuka perjalanannya dengan semangat mencari sarapan otentik di salah satu kota dengan biaya hidup paling terjangkau di Indonesia, menunjukkan bagaimana Solo menghadirkan perpaduan tradisi, kehangatan warga, dan sajian menggugah selera.

Sebagai kota budaya, Surakarta bukan sekadar tempat singgah; ia adalah ruang yang membangkitkan ingatan tentang rumah, tentang masakan sederhana yang diracik dengan ketelatenan, dan tentang keramahan masyarakatnya yang menjadi jiwa dari setiap hidangan.

Melalui perjalanan kuliner ini, penonton diajak menyusuri pasar, kedai legendaris, hingga penginapan yang memberi pengalaman berbeda—membuktikan bahwa makan enak di Solo bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita.

1. Pasar Gede: Gerbang Wisata Kuliner Pagi Kota Solo

Perjalanan dimulai dari Pasar Gede, pusat kuliner yang menjadi denyut nadi masyarakat Surakarta sejak puluhan tahun silam.

Suasana pagi yang hangat langsung disambut dengan aroma ayam panggang Klaten yang pekat areh-nya, kios soto babat yang selalu ramai pengunjung, serta para penjual makanan tradisional yang masih mempertahankan keaslian rasa Jawa.

Melki menemukan ayam panggang Klaten dengan bumbu kental dan sate ayam yang dijual mulai dari ribuan rupiah.

 Di sisi lain pasar, antrian panjang mengular untuk mencicipi Nasi Liwet KH, salah satu menu sarapan kebanggaan Kota Solo yang terdiri dari nasi gurih, sayur labu siam, suwiran ayam, telur, dan siraman areh santan yang melimpah.

Meski tampak tidak ramai, ternyata para pembeli sudah memenuhi seluruh kursi, sehingga antrean berlangsung panjang namun teratur.

2. Dawet Selasih, Jenang, dan Gempol Pleret: Sensasi Manis- Segar di Tengah Terik Solo

Setelah sarapan mengenyangkan, Melki mencari minuman segar untuk menyejukkan siang yang panas. Kawasan sekitar pasar dipenuhi penjual dawet selasih yang menjadi minuman khas Solo.

Tersedia varian original hingga dawet durian, namun Melki memilih versi klasik yang menggunakan campuran bubur sumsum, tape, nangka, cendol, dan santan segar dengan gula aren.

Selain itu, ia juga mencicipi Gempol Pleret, jenang campur, serta beragam makanan manis yang jadi ciri khas pasar Jawa. Rasa manisnya lembut, tidak berlebihan, sehingga terasa menenangkan di tengah cuaca Solo yang menyengat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore