Hidangan Lalampa Khas Manado. (cookpad)
JawaPos.com – Siapa di sini yang sering terkecoh antara lalampa dan lemper? Sekilas bentuknya memang mirip, yakni sama-sama berbahan dasar ketan, dibungkus daun pisang, lalu dipadatkan memanjang. Tak jarang, orang baru sadar kalau yang mereka gigit bukan lemper setelah rasa khasnya muncul di lidah. Tapi tahukah kamu, lalampa punya sejarah dan budaya yang membuatnya unik di antara kudapan tradisional Nusantara.
Lalampa berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dan biasa digunakan sebagai bekal dalam perjalanan atau suguhan ketika acara adat. Kalau lemper biasanya berisi ayam suwir atau abon, lalampa justru menggunakan ikan tongkol asap sebagai isian utama. Isian ikan asap dipilih karena ikan laut mudah diawetkan dan cocok dengan cuaca tropis ditambah aroma asap memberi cita rasa khas. Lalampa umumnya terbuat dari ketan putih, santan, dan isian ikan tongkol yang disuwir, lalu dibumbui rempah-rempah.
Ditambah lagi, setelah dibungkus daun pisang, lalampa tidak langsung disajikan, melainkan dibakar terlebih dahulu. Hasilnya adalah aroma asap yang menggoda berpadu dengan gurihnya ketan dan pedas aromatik dari isian ikan asap. Tak heran kalau banyak yang menyebut lalampa sebagai “lemper versi Manado” dengan sentuhan rasa lebih kompleks.
Bayangkan aroma daun pisang yang terbakar pelan di atas bara, berpadu dengan gurihnya ikan asap berbumbu rempah. Meskipun terlihat rumit, lalampa sebenarnya bisa dibuat sendiri di rumah dengan langkah yang sederhana dan bahan yang cukup mudah ditemukan. Ingin tahu caranya? Yuk simak resep lengkap dan langkah-langkah membuatnya berikut ini sebagimana dilansir dari YouTube Ceceromed Kitchen.
Resep Lalampa khas Manado by YouTube Ceceromed Kitchen
Bahan Isian:
Bahan Ketan:
Daun Pembungkus:
Cara Membuat:
Menyiapkan Isian
Memasak Ketan
Baca Juga: Resep Ayam Bakar Bumbu Rujak ala Chef Devina Hermawan, Pedas Manisnya Bikin Nambah Nasi
Membungkus & Membakar
Lalampa bukan sekadar camilan tradisional, melainkan potret kearifan lokal masyarakat pesisir Manado yang cerdas memanfaatkan hasil laut dan teknik pengawetan sederhana. Perpaduan ketan gurih, isian ikan tongkol asap berbumbu, serta aroma daun pisang yang dibakar menjadikannya istimewa dan berbeda dari kudapan Nusantara lainnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
