Berbagai kuliner khas Vietnam yang memanjakan lidah (Dok. Asian Inspirations)
JawaPos.com - Vietnam dikenal sebagai salah satu surga kuliner di Asia Tenggara. Setiap daerahnya memiliki keunikan rasa, dipengaruhi oleh sejarah panjang, kearifan lokal, hingga pengaruh budaya asing. Dari Hanoi di utara, Da Nang di pusat, hingga Ho Chi Minh City di selatan, ada ragam makanan khas yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan cerita di balik tiap sajiannya.
Bagi pecinta kuliner yang ingin menjelajah cita rasa Vietnam secara lebih mendalam, berikut lima rekomendasi hidangan autentik yang sudah diakui baik oleh masyarakat lokal maupun dunia internasional.
1. Mi Quang
Dilansir dari Michelin Guide, saat membicarakan kuliner Da Nang, sulit rasanya melewatkan mi Quang (Quang noodles). Mie ini memiliki ciri khas kuah kaldu tulang yang manis, berpadu dengan tekstur mi yang tebal dan mengenyangkan.
Yang membuat mi Quang menarik adalah kebebasan para koki dalam berkreasi. Ada versi klasik dengan ayam atau daging, hingga varian unik seperti mi iga, mi ikan, dan bahkan mi belut.
Sebagai kota pesisir, Da Nang juga terkenal dengan sajian lautnya. Ikan, kerang darah, tiram, kepiting, dan kerang lainnya sering menjadi pelengkap mi Quang yang semakin menonjolkan cita rasa laut.
2. Cha Ca La Vong
Cha Ca La Vong atau Cha Ca Hanoi adalah sajian ikonik ibu kota Vietnam. Dikutip dari Flavors of Hanoi, hidangan ini berupa potongan ikan tanpa tulang, biasanya ikan snakehead atau sejenis ikan patin sungai yang dimarinasi dengan kunyit, beras fermentasi, dan lengkuas, lalu dipanggang di atas arang.
Keunikan Cha Ca La Vong terletak pada penyajiannya. Di depan pengunjung, ikan yang sudah dipanggang itu digoreng kembali bersama banyak daun dill segar dan bawang daun. Aroma harum dill yang sedikit layu berpadu sempurna dengan kelembutan ikan.
Sajian ini biasanya dinikmati bersama bihun, rempah segar, kacang tanah panggang, sambal terasi, serta tambahan daun ketumbar dan basil. Menariknya, hidangan ini berakar dari masa perjuangan rakyat Vietnam melawan kolonial Prancis.
Keluarga Doan di 14 Hang Son Street, Hanoi, dahulu memasak ikan untuk para patriot yang berkumpul diam-diam di rumah mereka. Dari situlah nama "Cha Ca La Vong" lahir, diambil dari sebuah patung di depan rumah keluarga tersebut. Hingga kini, jalan tempat asal hidangan ini bahkan resmi berganti nama menjadi Cha Ca Street.
3. Com Tam
Menurut Michelin Guide, Ho Chi Minh City (Saigon) merupakan pusat kuliner yang merangkum beragam cita rasa Vietnam. Salah satu hidangan paling populer dan membanggakan warga setempat adalah com tam atau nasi patah (broken rice).
Asal-usul com tam berawal pada 1930-an, ketika Vietnam masih berada di bawah kolonial Prancis. Seorang perempuan bernama Ma Hai menjual nasi dengan lauk daging babi karamel dan telur. Namun karena harga beras utuh terlalu mahal bagi pekerja pelabuhan, ia menggantinya dengan beras patah, ditambah daun pandan, minyak bawang, dan lemak babi goreng.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
