
Nagashi somen, tradisi musim panas Jepang, menyajikan mi dingin yang mengalir di bambu serta menggabungkan kesegaran, interaksi, dan budaya makan yang unik. (bokssu.com)
JawaPos.com - Nagashi somen bukan sekadar hidangan, melainkan pengalaman kuliner khas Jepang yang menyatu dengan alam dan tradisi. Di musim panas, masyarakat Jepang menikmati mi tipis berbahan gandum yang dialirkan melalui bambu berisi air dingin.
Pengunjung harus sigap menangkap mi dengan sumpit sebelum mencelupkannya ke dalam kuah dingin bernama tsuyu. Sensasi menyantap mi sambil “berburu” di aliran air menjadikan nagashi somen sebagai simbol kesegaran dan kebersamaan.
Dilansir dari Sakura.co, mi somen yang digunakan memiliki diameter kurang dari 1,3 mm dan disajikan dingin untuk meredakan efek panas dan kelembapan musim panas.
“Mi somen yang tipis dan dingin membantu menyejukkan tubuh saat suhu dan kelembapan meningkat,” tulis Linh Le, penulis artikel tersebut.
Kuah tsuyu biasanya terdiri dari kecap asin, kaldu ikan, dan sedikit sake, dengan tambahan seperti daun bawang, jahe, atau myoga untuk memperkaya rasa.
Salah satu destinasi paling ikonik untuk menikmati nagashi somen adalah restoran Hirobun di Kibune, Kyoto. Terletak di atas sungai pegunungan, pengunjung dapat menikmati mi sambil mendengar gemericik air dan menyaksikan pemandangan alam yang menyejukkan. Namun, pengalaman ini sangat bergantung pada cuaca. Jika hujan turun pukul 10 pagi, layanan akan dibatalkan demi keamanan pengunjung.
Bagi wisatawan yang berada di Tokyo, pengalaman nagashi somen juga bisa dinikmati di beberapa lokasi sekitar ibu kota. Menurut Tokyo Cheapo, salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Chayakado di Kamakura, Kanagawa. Restoran ini menyajikan nagashi somen dari Maret hingga Oktober, lengkap dengan pilihan tempura dan tororo (ubi parut).
Sementara itu, Kisetsu Ryori Funayado di Chofu, Tokyo, menawarkan paket all-you-can-eat selama 90 menit dengan harga terjangkau, termasuk tomat dingin dan tempura sebagai pelengkap.
Meski bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan botol plastik atau alat khusus seperti Big Stream Somen Slider, pengalaman nagashi somen di alam terbuka tetap menjadi favorit.
“Ini bukan hanya soal makan, tapi soal interaksi, refleks, dan keseruan bersama,” tulis Japan Rail Club dalam ulasannya.
Nagashi somen bukan hanya kuliner, tapi juga cerminan filosofi Jepang yang mengutamakan keharmonisan dengan alam dan nilai kebersamaan.
Di tengah teriknya musim panas, mi mengalir ini menjadi pelipur dahaga sekaligus pengingat bahwa makan bisa jadi momen penuh tawa dan tradisi. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
