
Hello Green Movement bersama anak-anak muda Partai Hijau Riau di Hutan Kota Pekanbaru, Minggu (18/1).
JawaPos.com– Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga keberlangsungan peradaban.
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi santai bertajuk Hello Green Movement bersama anak-anak muda Partai Hijau Riau di Hutan Kota Pekanbaru, Minggu (18/1).
Dalam kesempatan itu, Herry mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap alam, dari eksploitasi menuju harmoni. Ia mengutip pemikiran filsuf Jerman Immanuel Kant yang menyatakan bahwa manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari alam.
Meski manusia memiliki rasionalitas lebih tinggi, hal itu tidak menjadikannya penguasa mutlak atas alam semesta. “Manusia harus dipahami sebagai bagian dari keseluruhan ekosistem, bukan berdiri di atasnya. Ketika manusia menempatkan diri sebagai penguasa, di situlah kerusakan mulai terjadi,” ujar Herry.
Eks Kapolres Metro Depok itu menjelaskan, selama beberapa dekade terakhir dunia didominasi paradigma homo economicus yang memandang alam semata sebagai sumber daya ekonomi yang bebas dieksploitasi demi memenuhi kebutuhan manusia.
Paradigma ini, menurutnya, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan krisis spiritual yang mendalam. “Manusia menjadi terasing dari alam, padahal alam adalah bagian dari eksistensi manusia itu sendiri,” katanya.
Sebagai alternatif, Herry mendorong generasi muda beralih pada paradigma homo ecologicus, yakni manusia yang menekan ego eksploitasi dan menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas, baik ekonomi maupun politik.
Menurut Herry, sebagai bagian dari alam, manusia memiliki ecological imperatives atau kewajiban moral tanpa batas untuk melindungi dan melestarikan lingkungan. Tidak ada alasan apa pun untuk mengesampingkan keberlanjutan alam dalam setiap kebijakan dan tindakan manusia.
“Manusia hidup berdampingan dengan alam. Satu pohon bukan hanya makhluk hidup lain, tetapi juga masa depan umat manusia, khususnya bagi Riau dan Indonesia,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa dampak dari perlakuan manusia terhadap alam tidak selalu terlihat saat ini, melainkan baru terasa lima hingga sepuluh tahun ke depan. Karena itu, manusia harus mampu menahan ego untuk menghabiskan hasil bumi secara berlebihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022