
Ilustrasi rujak cingur, kuliner khas Surabaya yang jadi identitas budaya dan incaran wisatawan. (sajiansedap.com)
JawaPos.com – Jika ada satu kuliner yang mampu merangkum keunikan Jawa Timur, khususnya Surabaya, maka rujak cingur adalah jawabannya.
Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan representasi sejarah panjang, tradisi kuliner, dan identitas sebuah kota.
Rujak cingur adalah salah satu kuliner khas Surabaya yang tidak hanya terkenal karena rasanya yang unik, tetapi juga karena kedalamannya sebagai bagian dari warisan budaya.
Nama cingur berasal dari bahasa Jawa yang berarti “hidung” atau “moncong sapi”, bagian daging yang memang menjadi bahan utama dalam hidangan ini.
Meski bagi sebagian orang terdengar asing, penggunaan cingur dalam rujak justru menjadi daya tarik tersendiri, mencerminkan keberanian masyarakat Jawa Timur dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian istimewa.
Banyak wisatawan yang datang ke Surabaya menganggap rujak cingur sebagai “tantangan rasa” sekaligus pengalaman budaya yang tak terlupakan.
Dengan paduan bahan sederhana namun kaya makna, sajian ini terus bertahan dan bahkan kini telah diakui sebagai warisan budaya takbenda.
Nama “cingur” berasal dari bahasa Jawa yang berarti mulut atau moncong sapi. Potongan daging bagian ini kemudian menjadi bahan utama yang membedakan rujak cingur dari rujak lainnya di Nusantara.
Menurut catatan yang dikutip oleh Nusantara Institute, hidangan ini sudah ada sejak awal abad ke-20 dan berkembang bersamaan dengan kehidupan masyarakat urban di Surabaya.
Lebih dari sekadar kuliner, rujak cingur mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan lokal yang tersedia, lalu menggabungkannya dengan rempah-rempah khas Jawa Timur.
Rujak cingur juga sering dianggap sebagai simbol akulturasi. Awalnya, penggunaan petis ikan adalah yang paling dominan.
Tetapi seiring waktu, masyarakat Surabaya mulai menggunakan petis udang karena rasanya lebih cocok dengan lidah setempat.
Perubahan kecil ini menunjukkan bahwa kuliner tak pernah statis, melainkan selalu beradaptasi dengan selera dan dinamika masyarakat.
Tidak heran jika kemudian rujak cingur bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari identitas kolektif orang Surabaya.
Melansir dari Hipwee, rahasia utama rujak cingur terletak pada perpaduan bahan yang sangat lengkap.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
