
Macaron, kue kecil khas Prancis yang cantik dan manis (Mad About Macarons)
JawaPos.com - Macaron, si mungil manis berdiameter 3 hingga 5 cm, telah menjadi salah satu kue khas Prancis yang dikenal di seluruh dunia. Kue ini berbahan dasar tepung almond, gula halus, gula pasir, putih telur, serta turunan dari adonan meringue.
Dilansir Gastronomos, meski tampilannya serupa, resep dan cara penyajiannya dapat berbeda-beda di tiap kota di Prancis.
Beberapa kota yang terkenal dengan macaron khasnya antara lain Amiens, Boulay, Chartres, Cormery, Joyeuse, Le Dorat, Massiac, Montmorillon, Nancy, Rau, Saint-Emilion, Sainte-Croix Lannion, hingga Sault.
Setiap varian Macaron, dianggap sebagai warisan gastronomi masing-masing wilayah. Persamaannya, semua macaron berbentuk bulat dan dipanggang. Namun, perbedaan bisa ditemukan pada komposisi bahan tambahan, variasi isian, hingga durasi dan suhu memanggang.
Jejak Sejarah Macaron
Sejarah panjang macaron juga penuh warna. Dikutip dari Britannica, nenek moyang kue ini adalah biskuit almond yang pertama kali dibuat di Italia pada akhir abad ke-15. Selama berabad-abad, kue tersebut banyak dipanggang di biara-biara Venesia.
Macaron kemudian dibawa ke Prancis pada awal abad ke-16, kemungkinan melalui juru masak Catherine de’ Medici, ketika ia menikah dengan Raja Henry II pada 1533. Awalnya, macaron hanya dinikmati kalangan aristokrat dan bangsawan.
Namun, situasi berubah saat Revolusi Prancis. Dua biarawati dari Nancy yang dikenal sebagai Soeurs Macarons atau “Macaron Sisters” mulai menjual macaron kepada masyarakat umum setelah biara mereka ditutup.
Pada mulanya, macaron hadir sebagai kue almond panggang yang sederhana dan kenyal. Baru pada 1830-an, macaron berkembang menjadi bentuk ganda dengan dua lapisan yang dijepit berbagai macam isian.
Beberapa ahli meyakini bahwa Pierre Desfontaines dari Maison Ladurée di Paris berperan besar dalam menciptakan versi modern ini pada 1930. Ia pula yang mempopulerkan macaron berwarna-warni khas Paris, yang kini menjadi ikon global.
Di luar Paris, variasi macaron tetap berkembang. Misalnya, macaron Chartres, Montmorillon, dan Amiens yang punya ciri khas berbeda, terutama pada isian.
Isian macaron bisa berupa buah, jeli, krim, kelapa, ganache, marmalade, hingga tambahan bumbu atau minuman keras. Macaron Saint-Émilion, misalnya, menggunakan anggur putih manis dalam adonannya.
Filosofi Rasa Macaron
Menurut laman Mad About Macarons, macaron berkualitas terbaik bukanlah kue berwarna mencolok yang kelewat manis. Justru sebaliknya, macaron ideal memiliki rasa lembut, tidak terlalu manis, dan sama sekali tidak kering.
“Macaron yang sempurna seharusnya hanya ‘berbisik’ soal rasa, bukan berteriak dengan aroma sintetis,” tulis laman tersebut.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
