Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 13.54 WIB

Caos Dahar, Kuliner Demak Makanan Kesukaan Sunan Kalijaga

 
 

Caos dhahar lorogending

JawaPos.com - Kabupaten Demak memiliki kuliner legendaris yang sudah ada sejak era walisongo. Makanan itu bernama caos dhahar lorogending atau warga lokal menyebutnya caos dahar.
 
Caos dahar merupakan makanan yang berisi nasi golong, urap daun mengkudu atau pace, trancam terong, kacang panjang, sayur bening daun kelor, serta bubuk kedelai. Kemudian diberi lauk pauk seperti, gereh petek bakar, pecel lele, dan ingkung ayam jago.
 
Cara menikmati caos dahar harus mayoran atau beramai-ramai. Karena memiliki porsi yang besar dan disajikan dalam tampah. 
 
 
Hal inilah yang membuat kuliner ini terasa lebih nikmat karena dimakan bersama dengan orang banyak. Sehingga lebih semangat untuk menyantapnya. 
 
Tidak sekedar masakan biasa, caos dahar ternyata memiliki kisah sejarah. Mengutip laman resmi Kemenparekraf Badan Otorita Borobudur, konon makanan ini kesukaan Sunan Kalijaga atau Raden Mas Sahid.
 
Penamaan caos dahar diambil dari bahasa Jawa. Yakni, 'caos dhahar' berarti memberi makan. Sedangkan 'lorogending' berarti bermacam-macam kudapan favorit Sunan Kalijaga.
 
 
Dilansir dari Kebudayan.id, terdapat makna mendalam dari caos dhahar lorogending. Yaitu nasi yang berbentuk bulat dan dibungkus daun pisang, bermakna 'manunggaling kawula karo Gusti' yang artinya menyatunya makhluk dengan Sang Pencipta.
 
Sedangkan urapan daun bermakna mampu menyatukan antara makhluk dengan Sang Pencipta. Harapannya manusia bisa menjalani segala "gending" atau irama kehidupan, baik suka maupun duka.
 
Kemudian, Bubuk kedelai bermakna manusia harus mengurangi waktu tidurnya dan berani melakukan tirakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Sementara itu, lauk pauk berupa gereh melambangkan rakyat kecil yang memiliki semangat untuk mengabdi kepada negara. Lalu, lele bersimbol keaktifan dalam bergerak, sehingga sebagai aparatur mereka harus tegar meskipun dalam keadaan kekurangan. 
 
Selanjutnya, ingkung ayam jago memiliki simbol kekuatan besar bagi pemimpin yang harus benar-benar baik.
 
Sayangnya, kuliner ini hanya bisa ditemui saat acara keluarga Kadilangu dan hari besar lainnya. Dulunya caos dahar disajikan untuk rakyat kecil yang tidak mampu. Sehingga untuk mengenang sejarah tersebut, keluarga trah Sunan Kalijaga tetap melestarikannya dengan membagikan caos dahar saat momen tertentu. 
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore