
Balut, jajanan jalanan khas Filipina. (DPO International, 2019)
JawaPos.com - Di tengah ragam kuliner Asia Tenggara, balut menempati posisi yang cukup unik sekaligus kontroversial. Hidangan berupa telur bebek yang telah dibuahi dan dibiarkan berkembang selama 14 hingga 21 hari sebelum direbus ini, banyak dijumpai di Filipina dan beberapa negara tetangga Indonesia.
Menurut Food Republic, balut tidak hanya dipandang sebagai makanan, melainkan juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun di kawasan tersebut.
Asal-usul balut diyakini berasal dari Tiongkok sekitar 200 tahun lalu, sebelum akhirnya diperkenalkan ke Filipina pada abad ke-18. Sejak itu, balut berkembang menjadi jajanan jalanan populer, terutama dijajakan di malam hari oleh pedagang keliling.
Food Republic menekankan bahwa meskipun makanan ini dianggap ekstrem oleh sebagian wisatawan, bagi masyarakat lokal, balut adalah sumber protein yang murah dan bergizi.
Balut biasanya dimakan langsung dari cangkangnya dengan tambahan sedikit garam, cuka, atau cabai. Teksturnya unik, sebagian cairan berasa gurih seperti kaldu, sementara embrio yang sudah terbentuk memberikan sensasi yang berbeda dari telur biasa.
Seperti yang dijelaskan DPO International, “balut adalah street food Asia yang tidak ada duanya, karena menggabungkan aspek gizi, tradisi, dan keberanian dalam pengalaman kuliner.”
Kandungan nutrisi balut juga cukup menonjol. Penelitian yang dimuat dalam Journal of Ethnic Foods (2019) menunjukkan bahwa balut kaya akan protein, zat besi, dan kalsium, sehingga banyak dipercaya dapat meningkatkan stamina dan kesehatan reproduksi. Tidak heran bila di Filipina, balut sering dianggap sebagai makanan penambah energi, bahkan kerap dikaitkan dengan kejantanan pria.
Meski begitu, balut tidak luput dari kontroversi. Banyak wisatawan asing merasa ngeri melihat bentuk embrio yang sudah berkembang di dalam cangkang. Food Republic menulis bahwa rasa jijik ini terutama datang dari perspektif budaya Barat, yang kurang terbiasa mengonsumsi makanan berbasis embrio hewan. Hal inilah yang menjadikan balut sering masuk daftar kuliner “ekstrem” dunia.
Namun, bagi masyarakat Filipina, balut justru memiliki nilai sosial dan budaya. Konsumsi balut sering kali menjadi bagian dari interaksi komunitas, seperti berkumpul di malam hari sambil mengobrol. DPO International mencatat bahwa balut bukan hanya sekadar makanan, melainkan pengalaman bersama yang mempererat ikatan sosial.
Seiring berkembangnya pariwisata, balut kini juga dipandang sebagai daya tarik kuliner eksotis. Banyak turis mencoba balut sebagai tantangan pribadi. Beberapa bahkan menjadikannya konten media sosial untuk menunjukkan keberanian mereka mencoba makanan yang dianggap ekstrem. Hal ini, menurut Food Republic, membuat balut semakin dikenal di kancah global.
Walau begitu, muncul pula kritik dari kelompok pecinta hewan yang menilai balut sebagai praktik kuliner yang kejam. Journal of Ethnic Foods menyoroti adanya perdebatan etika, terutama terkait fakta bahwa embrio bebek sudah hidup ketika direbus. Perdebatan ini menunjukkan bagaimana satu jenis makanan bisa menimbulkan perbedaan pandangan yang tajam antarbudaya.
Di balik kontroversi itu, balut tetap bertahan sebagai simbol tradisi kuliner Asia Tenggara. Dari aspek gizi, sejarah, hingga nilai sosial, balut menggambarkan kompleksitas hubungan manusia dengan makanan. Seperti yang ditegaskan DPO International, “balut adalah bukti bagaimana makanan dapat melampaui sekadar fungsi biologis, menjadi refleksi budaya dan identitas.”
Kini, balut berdiri di antara dua dunia, tradisi lokal yang menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari, dan globalisasi yang menyorotinya sebagai kuliner ekstrem. Keunikan inilah yang membuat balut terus dibicarakan, bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga fenomena budaya yang mencerminkan keberagaman kuliner Asia Tenggara. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
