
Ilustrasi rendang. (Freepik)
JawaPos.com - Minangkabau atau Sumatera Barat dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Kulinernya yang beragam tidak kalah lezat.
Sesuai pepatah Minang "Mato condong ka nan rancak, Salero condong ka yang lamak" (mata suka melihat keindahan, selera cenderung suka rasa yang enak) kuliner Minang dengan berbagai hidangan yang menggugah selera memang disukai dan terkenal di seluruh Indonesia dan bahkan di luar negeri.
Kuliner khas Minangkabau ini terdiri atas hidangan berat yang cocok untuk disantap dengan nasi, hingga hidangan ringan yang bisa dijadikan sebagai cemilan bersama keluarga.
Tak hanya itu, kuliner khas Minang seringkali menjadi favorit karena cita rasa yang kuat akan rempah dan rasa pedas.
Dikutip dari Indonesiatravel.com, Minggu (1/6) berikut ragam olahan daging sapi khas Minangkabau yang telah menjadi hidangan yang dapat disantap sehari-hari.
1. Rendang
Dendeng sapi balado jadi menu favorit pengunjung asal Indonesia maupun warga lokal di Bakso Rindu Kampung, Itaewon, Seoul. (IG: BAKSO_RINDU_KAMPUNG)
Siapa yang tidak kenal rendang? Makanan khas Sumatera Barat ini dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Daging sapi dimasak perlahan dengan santan dan beragam rempah seperti lengkuas, serai, daun kunyit, serta cabai merah kering.
Proses memasaknya yang memakan waktu sekitar 7-8 jam dengan tiga tahapan. Yaitu, gulai (berkuah santan), kalio (kuah mengental dan berminyak) sehingga menghasilkan tekstur daging yang empuk (kering dan berminyak), dan bumbu yang meresap sempurna ke dalam serat daging rendang.
Rendang biasanya disantap dengan nasi putih hangat dan bisa bertahan lama tanpa bahan pengawet berkat teknik memasaknya yang unik.
Tak hanya daging sapi, beberapa daerah juga membuat rendang dari ayam, telur, atau bahkan paru sapi dengan cita rasa yang khas.
2. Kalio
Resep rendang daging (Tangkapan layar YouTube/Devina Hermawan)
Kalio adalah kuliner khas Minang berupa daging sapi yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah. Berbeda dengan rendang, kalio dimasak tidak terlalu kering atau hanya hingga daging menjadi empuk dan kuah mengental. Hal ini membuat waktu memasak kalio tentunya lebih singkat dari rendang.
Di Minang, ketika Idul Adha kalio sering menjadi masakan utama yang dimasak panitia kurban untuk dinikmati bersama tim panitia lainnya di mesjid tempat kurban dilaksanakan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
